Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. (Foto: RMOL)

Publika

Terlalu Mudah Ahmad Sahroni Diperas

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 05:03 WIB

TERLALU mudah Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni diperas oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan sebesar Rp300 juta, entah kenapa?

Apakah uang Rp300 juta terlalu kecil buat seorang seperti Ahmad Sahroni, sehingga dengan mudah memberikan saja tanpa merasa curiga dengan pegawai KPK gadungan itu?

Ataukah Ahmad Sahroni punya masalah dengan KPK, sehingga siapa pun orang yang atas nama pimpinan KPK meminta uang, tak perlu dicek lagi langsung saja diberikan kepada orang itu?


Ataukah lagi cara-cara meminta uang atas nama pimpinan KPK itu kerap dilakukan, sehingga Ahmad Sahroni tak perlu merasa curiga atas permintaan itu dan langsung saja memberikannya?

Sangat menggelitik peristiwa pemerasan seorang Ahmad Sahroni ini. 

Pertama, Ahmad Sahroni sedang memimpin rapat di Komisi III pada Kamis 9 April 2026 lalu datang seorang wanita yang mengaku utusan KPK.

Datang ke DPR lewat Pamdal pukul 10, jam setengah 11 langsung ke Komisi III atas nama pimpinan KPK, lalu meminta uang Rp300 juta dan Ahmad Sahroni enteng saja menyerahkan uang dalam bentuk pecahan dolar AS tanpa babibu.

Kedua, setelah selesai memimpin rapat, Ahmad Sahroni baru langsung mengkonfirmasi kepada Pimpinan KPK tentang permintaan uang itu. 

Dibantah, baru Ahmad Sahroni kaget. Aneh juga, kalau tak dibantah, apakah itu dibiarkan saja?

Ketiga, setelah berkoordinasi, baru KPK dan Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap pegawai gadungan KPK itu tadi malam di rumahnya, yang berjumlah empat orang. 

Saya membaca berita ini geleng-geleng kepala saja atas apa yang dialami Ahmad Sahroni ini.

Entah orang baik, orang tulus, orang lugu, atau orang apa... yang cocok dilekatkan terhadap Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni ini?

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya