Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

SABTU, 11 APRIL 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat tampil di ajang Olimpiade selama 34 tahun masa kepemimpinannya dalam Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). 

"Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade," kata Prabowo dalam sambutannya di Munas XVI IPSI periode 2026-2030, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu 11 April 2026.

Prabowo yang juga Ketua Umum PB IPSI mengatakan tidak akan melanjutkan kepemimpinan karena tugasnya sebagai Presiden yang menyita waktu dan perhatiannya.


“Saya mohon izin tidak melanjutkan sebagai Ketua PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketum IPSI,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyatakan keyakinannya bahwa kepengurusan selanjutnya mampu mewujudkan target tersebut.

"Kita terus berusaha, saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa ke Olimpiade," lanjutnya.

Di sisi lain, Prabowo mengingatkan agar para pengurus dan pembina pencak silat tidak terjebak ambisi berlebihan untuk mengejar pengakuan internasional. Ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian dan kualitas ilmu pencak silat itu sendiri.

"Tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi, obsesi kita harus menjaga mutu kemurnian daripada pencak silat itu sendiri, kalau ilmunya murni, ilmunya kuat," katanya.

Menurutnya, kualitas yang terjaga justru akan menarik minat masyarakat dunia untuk belajar pencak silat di Indonesia. Ia menilai hal tersebut sudah terbukti dengan banyaknya negara yang datang untuk mendalami seni bela diri tersebut.

"Saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar, dan itu sudah terbukti dari banyak negara datang ke kita belajar," ujarnya.

Prabowo juga menyinggung perkembangan negara lain seperti Vietnam dan Thailand yang awalnya belajar dari Indonesia, namun kini mampu berkembang pesat bahkan sempat mengungguli Indonesia dalam kompetisi. 

"Kadang-kadang mereka belajar dan jadi hebat-hebat dan ini risiko seorang guru. Kita dulu yang melatih Vietnam, Thailand akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita, tidak apa apa karena itu adalah tugas seorang guru," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya