Berita

Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, dan Sekretaris Kabinet untuk Urusan Luar Negeri Kenya, Musalia Mudavadi (Tangkapan layar RMOL dari Facebook Kenya News Agency)

Dunia

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

SABTU, 11 APRIL 2026 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Kenya resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana otonomi di wilayah Sahara Barat di bawah kedaulatan Maroko. 

Sikap ini disampaikan dalam pertemuan Komisi Kerja Sama Gabungan pertama antara Maroko dan Kenya yang digelar di Nairobi pada Kamis, 9 April 2026, yang dipimpin Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan pejabat tinggi Kenya Musalia Mudavadi. 

Dalam pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan, Kenya menegaskan dukungannya terhadap solusi otonomi yang diusulkan Maroko untuk menyelesaikan konflik di Sahara Barat.


Kenya menyebut bahwa rencana otonomi tersebut merupakan satu-satunya solusi yang realistis dan dapat dipercaya. 

"Otonomi adalah satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa Sahara," menurut pernyataan tersebut.

Pemerintah Kenya juga menegaskan niatnya untuk bekerja sama dengan negara-negara lain yang memiliki pandangan serupa guna mendorong penerapan rencana tersebut. Dalam pernyataan itu disebutkan, Kenya akan bekerja sama dengan negara-negara yang sejalan untuk mendorong implementasinya.

Dukungan Kenya juga mencakup pengakuan terhadap Resolusi 2797 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), yang menetapkan rencana otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai dasar solusi yang adil, langgeng, dan dapat diterima semua pihak.

Lebih lanjut, Kenya menyatakan dukungannya terhadap upaya Sekretaris Jenderal PBB beserta utusannya dalam memfasilitasi negosiasi berbasis rencana otonomi tersebut.

Di sisi lain, Maroko menyambut baik dukungan dari Kenya. Rabat menilai posisi Kenya sebagai bentuk penguatan terhadap kerangka kerja PBB sebagai satu-satunya mekanisme untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan atas konflik Sahara Barat.

Maroko juga mengapresiasi pengakuan Kenya atas kerja sama berkelanjutan negara itu dengan PBB dalam mendorong proses politik sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya