Berita

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Deddy Sitorus (RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

Deddy Sitorus ke Gibran: Pak Wapres Ngerti Gak Cabang Eksekutif dengan Legislatif?

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan siap berkantor di Ibu Kota Negara (IKN), Kalimatan Timur merespons ajakan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Deddy Sitorus. 

Namun, Gibran menantang baik Deddy Sitorus untuk ikut berkantor di IKN.

Menanggapi hal itu, Deddy menyambut baik ajakan itu. 


“Wah, dengan senang hati. IKN itu tetanggaan dengan Dapil saya, jadi tak perlu ongkos mahal-mahal buat ke Dapil,” ujar Legislator PDIP itu kepada wartawan, Jumat, 10 April 2026. 

Kendati begitu, Deddy menyebut bahwa kerja-kerja legislatif berbeda dengan eksekutif sebagaimana trias politika. 

Trias politika yaitu konsep pemisahan kekuasaan negara menjadi tiga cabang utama; legislatif, eksekutif, dan yudikatif, yang bertujuan mencegah kekuasaan absolut dan menjaga keseimbangan (checks and balances) dalam pemerintahan demokratis.

“Pak Wapres itu mungkin gak ngerti nature dan bedanya cabang eksekutif dengan cabang legislatif. Saya ini bukan Menteri atau kepala lembaga dan juga bukan Dirjen yang merupakan cabang eksekutif dan didukung perangkat birokrasi dan anggaran,” jelasnya. 

“Jadi, kalau saya ke sana, itu sama saja ngajak liburan atau menyepi karena pekerjaan saya sebagai anggota komisi itu sifatnya kolektif,” imbuh Deddy menegaskan.

Deddy pun kembali menegaskan bahwa usulannya agar Wapres Gibran berkantor di IKN sangat serius. Sebab, banyak gedung dan kantor-kantor yang telah dibangun di Penajam Paser Utara tidak terpakai. 

“Itu harus dimanfaatkan agar tidak masuk kategori pemborosan,” tegasnya. 

“Di sana sudah dibangun fasilitas untuk Presiden/Wapres dan 4 Menko beserta perangkat penunjangnya. Tidak ada salahnya dimanfaatkan secara bergiliran masing-masing selama 1 bulan. Kalau tidak memungkinkan semua dalam satu kementerian, bisa satu atau dua kedirjenan. Masa iya uang negara yg sudah habis ratusan triliun tidak dimanfaatkan?” sambungnya. 

Atas dasar itu, Deddy pun menegaskan bahwa jika gedung DPR dipindahkan ke IkN maka pihaknya pun siap jika berkantor di sana. 

“Persoalannya, DPR itu bekerja secara kolektif dalam komisi-komisi dan AKD beserta para mitra unsur eksekutifnya. DPR hanya bisa melakukan fungsinya di sana jika para mitranya juga di ada di sana. Misalnya, kalau komisi II ke sana maka harus ada unsur Kemendagri, Kementerian ATR/BPN, KPU, Bawaslu, Men-PAN/RB dan yang lainnya di sana,” katanya. 

“Jika tidak, di sana itu mau ngapain? Mungkin Pak Wapres tidak mengikuti proses pembangunan IKN, bahwa sampai saat ini belum ada infrastruktur legislatif dan Judikatif yang dibangun di sana,” demikian Deddy.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya