Berita

Motor listrik untuk kepala SPPG

Politik

BBM Tidak Naik hingga Beli Motor Listrik Sinyal Uang Negara Masih Banyak

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 10:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kondisi fiskal Indonesia dinilai analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa masih cukup kuat. Salah satunya terlihat dari keputusan pemerintah yang menjamin harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026.

“Alhamdulillah ternyata negara kita memang masih punya uang banyak. Kenapa saya katakan demikian, yang pertama adalah BBM subsidi dijamin tidak naik sampai akhir tahun ini,” ujar Hensa lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 10 April 2026.

Ia mengakui, untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, kenaikan harga masih mungkin terjadi. Namun hal itu dinilai tidak menjadi persoalan besar.


“Kalau kita ini kan sudah non-subsidi, kita pakai Pertamax Turbo itu bisa saja naik, tapi nggak apa-apa lah,” katanya.

Hensa juga menyoroti perkembangan global, terutama meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat berdampak pada stabilitas harga energi dunia.

“Setelah AS dan Iran melakukan gencatan senjata selama dua pekan dan akan membuka kembali Selat Hormuz, mungkin juga akan stabil,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai optimisme pemerintah terhadap kondisi keuangan negara juga tercermin dari sejumlah program belanja, salah satunya lewat pengadaan motor listrik dalam jumlah besar.

“Salah satu bukti uang kita yang banyak yaitu MBG. Beli 21.801 motor listrik untuk kepala SPPG,” ungkapnya.

Menurut Hensa, hal ini sempat memicu kebingungan di internal pemerintah, termasuk di Kementerian Keuangan, meskipun akhirnya tetap berjalan.

“Yang membuat Menteri Keuangan kebingungan. Karena sudah ditahan biar tidak beli, tapi tetap jadi. Tapi katanya itu sudah dianggarkan tahun 2025,” pungkasnya.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya