Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Menteri Gerindra Tak Dijamin Aman dari Reshuffle

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 10:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai wacana reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, meski publik kerap penasaran soal waktu dan arah perombakan.

Pernyataan itu disampaikan Hensa merespons komentar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang meminta publik menunggu terkait isu reshuffle.

“Kadang kita suka mau tahu saja wewenang presiden. Tapi namanya juga rakyat, kita perlu tahu juga kapan,” kata Hensa lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 10 April 2026.


Menurutnya, dalam menentukan reshuffle, biasanya ada tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan presiden. Pertama adalah faktor subjektif, yakni soal kedekatan atau kecocokan personal antara presiden dan menteri.

“Ini faktor like and dislike. Kinerjanya bagus tapi presiden nggak suka, ya bisa bye-bye,” ujarnya.

Faktor kedua adalah objektif, yang berkaitan dengan kinerja menteri di kabinet. Namun, Hensa menegaskan faktor paling menentukan justru adalah faktor politis, yang berkaitan dengan stabilitas dan soliditas kekuatan politik presiden.

“Faktor politis ini lebih tinggi dari subjektif dan objektif. Apakah keberadaan menteri itu mengganggu kesolidan kekuatan politik presiden atau tidak,” tegasnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menepis anggapan bahwa menteri dari Partai Gerindra otomatis aman dari reshuffle. Justru, menurutnya, posisi mereka bisa lebih rentan.

“Ada yang bilang kalau menteri dari Gerindra pasti selamat, belum tentu. Justru bisa paling rentan. Mau diganti atau tidak, ketuanya tetap Pak Prabowo. Kalau di-reshuffle, mau keluar dari partai juga buat apa, karena penguasanya tetap Gerindra,” paparnya.

Pada akhirnya, Hensa menegaskan keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo.

“Tapi intinya terserah Pak Prabowo saja,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya