Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Jangan Asal Pakai Pinjol! Ini Alasan NPL Perumahan Milenial Sempat Naik

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tren kenaikan angka kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada sektor perumahan kini tengah menjadi perhatian serius. 

Salah satu faktor utamanya adalah kebiasaan nasabah mengambil pinjaman online (pinjol) demi melengkapi perabotan rumah segera setelah akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selesai.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon Napitupulu, mengungkapkan bahwa banyak debitur yang kurang matang dalam merencanakan biaya lanjutan pasca-pembelian hunian. Dorongan untuk segera mengisi rumah sering kali membuat mereka terjebak pada skema pinjaman dengan bunga yang tidak masuk akal.


“(Setelah) dapat kunci (rumah KPR), terus dia harus isi rumah malah datang ke pinjol yang bunganya mencekik,” ujar Nixon, dalam konferensi pers di Bandung, Kamis 9 April 2026. 

Beban bunga tinggi dari pinjaman konsumtif ini secara otomatis mengganggu struktur keuangan rumah tangga, yang pada akhirnya memicu kegagalan bayar cicilan pokok rumah.

Berdasarkan data Bank Indonesia, rasio NPL nasional menunjukkan kenaikan tahunan dari 2,88 persen menjadi 3,19 persen. Di saat yang sama, pertumbuhan kredit juga mengalami perlambatan signifikan ke angka 5,26 persen per Februari.

Meskipun demikian, BTN mencatat adanya perbaikan internal pada Maret 2026. 

“NPL itu Maret turun dibanding posisi Februari dan Januari. Sudah di bawah tiga. Jadi sudah balik lagi ke 2,8 persen sampai 2,9 persen,” tambah Nixon.

Menyadari bahwa 80 persen nasabah KPR didominasi oleh milenial yang memiliki kebutuhan konsumsi tinggi, BTN menyiapkan langkah preventif melalui strategi bundling produk. Alih-alih membiarkan nasabah mencari modal ke pihak ketiga yang berisiko, bank akan menawarkan solusi pembiayaan dalam satu akad.

BTN menilai pendekatan ini lebih aman dibanding pinjaman online. Bunga lebih rendah dan analisis kredit dilakukan dalam satu proses sesuai kemampuan bayar. 

“Kita akan launching, begitu ngasih KPR, di saat yang sama kita akan kasih Kredit Ringan. Yang satu buat beli rumahnya, yang satu buat isi rumahnya,” kata Nixon.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya