Berita

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman/RMOL

Nusantara

Siasati Kelangkaan Plastik, Pemerintah Lirik Rumput Laut dan Singkong Pengganti Nafta

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Krisis pasokan bahan baku plastik global memaksa Pemerintah memutar otak. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa Pemerintah tengah menyiapkan rumput laut dan singkong sebagai alternatif bahan baku plastik masa depan guna mengurangi ketergantungan pada impor.

Langkah ini diambil menyusul melambungnya harga dan langkanya plastik di pasar domestik pasca-Lebaran 2026. 

Kelangkaan ini merupakan dampak langsung dari terhentinya pasokan naft—komponen turunan minyak bumi—akibat eskalasi konflik di wilayah Asia Barat yang merupakan pemasok utama.


Menteri Maman menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus menjadi jawaban atas gangguan rantai pasok global. 

“Rumput laut, singkong. Ini baru dua itu saja ya baru dua itu yang yang bisa dipakai untuk plastik ini,” kata Maman di Jakarta, dikutip Jumat 10 April 2026.

Fokus pemerintah kini bukan sekadar daur ulang, melainkan substitusi bahan baku utama agar industri dalam negeri tidak lagi rapuh terhadap gejolak impor. 

“Dari nafta yang kita impor dari luar ya kita ganti jadi produk-produk yang di Indonesia sudah cukup banyak. Paling penting adalah substitusi pemanfaatan atau penggunaan raw material nafta,” tambah Maman.

Secara teknis, kedua bahan ini memiliki keunggulan yang sudah diakui dalam pengembangan bioplastic.

Pati singkong mengandung amilosa dan amilopektin yang dapat diolah menjadi thermoplastic starch (TPS). Kelebihannya adalah mudah terurai secara alami (biodegradable) dan Indonesia merupakan salah satu produsen singkong terbesar di dunia.

Sedangkan ekstrak rumput laut seperti keraginan atau alginat memiliki sifat pembentuk film yang kuat. Plastik berbahan rumput laut bahkan bisa dibuat menjadi kemasan yang dapat dimakan (edible packaging) dan larut dalam air hangat, sehingga jauh lebih ramah lingkungan dibanding plastik konvensional.

Meski potensi nabati ini besar, Maman mengakui bahwa implementasinya masih dalam tahap pengkajian mendalam.

“Saya belum bisa bicara sampai sejauh itu (kapan bisa diterapkan),” tuturnya.

Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan antara Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Untuk mengamankan kebutuhan jangka pendek, pemerintah mulai mengalihkan sumber impor nafta ke wilayah yang lebih stabil seperti Afrika, India, dan Amerika Serikat. 

“Nah sekarang lagi proses administrasi dan pengiriman dan segala macamnya,” tutup Maman. Ia merujuk pada upaya percepatan pasokan agar beban biaya produksi para pelaku UMKM tidak semakin tercekik oleh mahalnya harga kemasan plastik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya