Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Gencatan Senjata Angkat Sentimen Positif Wall Street

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah membawa dampak positif bagi pasar keuangan global. 

Harapan meredanya konflik, khususnya terkait ketegangan antara AS dan Iran, membuat investor kembali percaya diri sehingga mendorong kenaikan indeks saham di Wall Street.

Dikutip dari Reuters, Jumat 10 April 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, ketiga indeks utama di Amerika Serikat (AS) berhasil menguat. 


Indeks Dow Jones naik 0,58 persen ke level 48.185,80, S&P 500 menguat 0,62 persen ke 6.824,66, dan Nasdaq melonjak 0,83 persen ke 22.822,42. 

Kenaikan ini terjadi setelah pasar sebelumnya sempat melemah, namun kembali pulih seiring adanya upaya diplomasi, termasuk pembicaraan antara Israel dan Lebanon.

Salah satu analis pasar, Oliver Pursche dari Wealthspire Advisors, menilai situasi geopolitik saat ini mulai dipandang lebih tenang oleh investor. “Investor mulai melihat bahwa banyak pernyataan besar soal krisis global tidak selalu berujung pada tindakan nyata," ujarnya.

Meski begitu, pasar tetap berhati-hati. Harga minyak sempat berfluktuasi karena pelaku pasar menunggu kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dari sisi data ekonomi, laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat, sementara inflasi masih berada di level yang cukup tinggi. Bank Sentral AS (The Fed) bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga untuk mengantisipasi dampak inflasi akibat konflik yang berkepanjangan.

Di sektor saham, kinerja perusahaan juga ikut memengaruhi pergerakan pasar. Saham Amazon melonjak 5,6 persen setelah CEO Andy Jassy mengungkapkan bahwa layanan kecerdasan buatan (AI) perusahaannya menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari 15 miliar Dolar AS.

Namun tidak semua sektor menguat. Sektor energi justru menjadi yang paling tertekan, sedangkan sektor consumer discretionary mencatat kenaikan tertinggi. Saham teknologi perangkat lunak juga melemah, sementara sektor ritel dan semikonduktor menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya