Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Timur Tengah Masih Memanas, Investor Amankan Aset ke Logam Mulia

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia kembali menunjukkan taringnya dengan melonjak lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Kamis 9 April 2026. 

Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS), di tengah kecemasan investor terhadap rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran serta penantian data inflasi terbaru.

Hingga Jumat dini hari, 10 April 2026 WIB, harga emas di pasar spot melesat 1,6 persen ke level 4.789,67 Dolar AS per ons, titik tertingginya dalam hampir tiga pekan terakhir. 


Sementara itu, emas berjangka AS juga ditutup menguat 0,9 persen di posisi 4.818,00.  

Pelemahan Indeks Dolar (DXY) menjadi angin segar bagi emas. Ketika Dolar melemah, harga logam mulia menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan pun meningkat.

Meski gencatan senjata telah diumumkan, pasar masih bersikap skeptis. Konflik di Timur Tengah tetap memanas seiring laporan serangan Israel ke Lebanon serta belum dicabutnya blokade Iran di Selat Hormuz. 

Analis melihat emas sedang berada di posisi yang unik. Jika konflik memanas dan biaya energi melonjak, emas diburu sebagai alat lindung nilai (hedging) terhadap inflasi.

Di sisi lain, jika inflasi terlalu tinggi, Bank Sentral AS (The Fed) mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi. Hal ini biasanya menjadi beban bagi emas karena emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil langsung.

Morgan Stanley memprediksi harga emas akan bergerak stabil di kuartal kedua ini sebelum kembali menguat di akhir tahun, terutama jika kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang kertas terus berlanjut. 

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Maret yang akan keluar hari Jumat. Data ini akan menjadi kompas bagi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan, mengingat inflasi tahunan sebelumnya (PCE) sudah berada di level 2,8 persen.

Tren positif emas juga menular ke komoditas logam lainnya. Perak naik signifikan 2,9 persen ke 76,24 Dolar AS. Platinum melonjak tajam 3,8 persen ke 2.106,01 Dolar AS. Paladium juga menguat tipis 0,3 persen ke 1.558,75.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya