Berita

Bekas Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Publika

Jangan Percaya Jokowi!

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 04:43 WIB

JOKO WIDODO alias Jokowi tidak ingin menuduh sejumlah pihak terlibat dalam kasus ijazah palsunya, baik terhadap Jusuf Kalla (JK) maupun Habib Rizieq Shihab (HRS). Dia mengklaim, mempercayakan semuanya pada proses hukum.

Pernyataan normatif Jokowi ini terkesan negarawan. Namun kita semua tahu Jokowi, beda antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Atau lugasnya, Jokowi terbiasa berdusta.

Coba kita runut kembali. Sebelum menyasar ke JK, pendukung Jokowi mempersoalkan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan Partai Demorat sebagai orang besar yang membekingi Roy Suryo dkk. 


Begitu Partai Demokrat menempuh upaya hukum, baru tuduhan itu mereda. Orang-orang yang menuduh SBY seperti Agri Fanani, Irjan Mosato, dll, jelas-jelas pendukung Jokowi dan bolak balik sowan Solo.

Hari ini pun sama, JK diseret dalam kasus melalui Rismon Sianipar. Kita semua juga paham, Rismon hari ini ibarat robot yang diremot dari Solo. Rismon, harus menjalankan sejumlah misi kerja rodi dari Jokowi, sebelum mendapatkan SP3.

Jokowi berulangkali meminta menyerahkan ke proses hukum, membuktikan ijazahnya di pengadilan. Tapi buzzer dan pendukungnya justru berlomba-lomba berburu restorative justice (RJ), memboyong tersangka ke Solo, agar terjadi perdamaian dan Jokowi dapat menghindari proses hukum.

Benar, bahwa Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang mendatangi Jokowi. Tapi sebelum itu, Darmizal dan M. Rahmat dari Rejo (Relawan Jokowi) yang mendatangi dan menego Eggi Sudjana untuk datang ke Solo.

Benar pula, bahwa Rismon Sianipar yang berkunjung ke Solo. Namun, relawan Jokowi yang menekan dan membuat Rismon Sianipar ‘terkencing-kencing’ dengan ijazah ‘Yamaguchi’ Jepangnya. Itulah, yang membuat Rismon meminta ampun ke Jokowi, agar dapat SP3 melalui RJ.

Sama juga dengan modus RJ untuk damai yang ditempuh Jokowi. RJ dan damai itu tidak mengubah ijazah palsu menjadi asli. 

Semua harus diputuskan di pengadilan. Jadi, kenapa Jokowi bermanuver dengan laporannya, yang tidak kunjung masuk ke persidangan hingga setahun ini?

Alasannya sederhana. Ijazah itu bermasalah. Jomowi takut masalah ijazahnya terbongkar di pengadilan dan ketahuan belangnnya.

Jokowi tak bisa dipercaya. Tak usah memberi atensi atas klaim apapun dari Jokowi, terkait ijazahnya.

Ahmad Khozinudin
Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalissi Akademisi & Aktivis

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya