Berita

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus saat mengalami insiden penyiraman air keras di Jakarta Pusat. (Foto: CCTV)

Nusantara

Update RSCM: Mata Andrie Yunus Ditutup selama Setengah Tahun

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 20:30 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim perawat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) merilis kondisi terbaru Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus usai menjadi korban penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara menyebut, Andrie mulai menunjukkan tanda pemulihan. Bagian mata masih mendapat perawatan intensif dan ditutup sementara demi penyembuhan.

“Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak untuk melindungi struktur bola mata dan penyembuhan,” kata Yoga dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 9 April 2026.


Yoga melanjutkan, rencana penutupan mata maksimal akan dilakukan selama enam bulan. Setelah ditutup, pemantauan juga akan dilakukan menggunakan USG mata untuk melihat perkembangan penyembuhan secara menyeluruh.

“Rencana penutupan mata ini akan dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan,” kata Yoga.

Selain di bagian mata, Yoga juga menyebut tim medis kembali menjalani tindakan operasi pembersihan sisa jaringan kulit mati di area leher belakang pada Selasa, 7 April 2026. 

“Proses penyembuhan yang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan optimal,” tutup Yoga.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya