Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

MUI Nilai Iran Raih Kemenangan Proporsional dalam Gencatan Senjata

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 20:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang kesepakatan gencatan senjata AS-Iran menjadi penegas keberhasilan diplomasi teheran dalam menjaga martabat dan kedaulatan bangsa.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menyambut baik kesepakatan tersebut sebagai bagian penting dari upaya meredakan ketegangan geopolitik global. 

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. Gencatan senjata ini dapat dipandang sebagai upaya menghadirkan maslahat global yang lebih luas bagi umat manusia," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026. 


Mengenai posisi Iran, Sudarnoto menilai bahwa tuntutan dalam perundingan tetap berada dalam koridor proporsional dan tidak mengarah pada dominasi sepihak.

"Ini adalah kemenangan proporsional; bukan sebagai bentuk dominasi sepihak, melainkan sebagai keberhasilan diplomasi dalam mempertahankan prinsip kedaulatan dan martabat bangsa melalui jalur damai," tegasnya. 

Meski kesepakatan telah tercapai, MUI menilai risiko pengkhianatan masih ada, sehingga mekanisme pengawasan menjadi krusial untuk mengantisipasi pelanggaran dan provokasi perpecahan.

"Diperlukan mekanisme pengawasan internasional yang kuat serta komitmen moral dan politik yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak agar kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar efektif," kata dia. 

Lebih lanjut, Sudarnoto mengingatkan pentingnya menjaga pelaksanaan ibadah haji 2026 dari potensi gangguan akibat perang. 

“Pelaksanaan haji tahun ini haruslah dijamin keamanan dan ketertibannya dan steril dari agitasi dari pihak manapun,” ujarnya.

MUI juga menegaskan bahwa gencatan senjata AS dan Iran harus menjadi momentum menghentikan kekerasan di kawasan lain. 

“Perdamaian global hanya dapat terwujud jika prinsip keadilan ditegakkan secara konsisten tanpa standar ganda," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya