Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Analisis JK Dianggap Kurang Akurat dan Hanya Memanaskan Suasana

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 18:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dikritik Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. 

Ia menilai narasi yang dibangun JK tidak didasarkan pada data fiskal terkini, bahkan berpotensi memanaskan situasi di tengah masyarakat.

“Analisis yang disampaikan Pak JK mengenai kondisi APBN dan harga minyak dunia cenderung kurang updated (diperbarui, red). Bisa jadi ini terjadi karena Pak JK tidak lagi memiliki akses langsung terhadap data terkini mengenai kondisi fiskal dan APBN,” ujar Misbakhun dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, April 2026.


Politikus Golkar itu menegaskan tidak seharusnya kenaikan harga minyak di pasar dunia dipakai untuk memanaskan situasi masyarakat di Indonesia dengan isu memaksakan kenaikan harga BBM. 

“Arahan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi didukung oleh perhitungan yang cermat dan hati-hati dengan memperhatikan ruang fiskal yang ada," ucap Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) ini.

Lebih lanjut, Misbakhun merujuk pada kalkulasi Kementerian Keuangan yang dipaparkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Legislator Golkar dari  Dapil II Jawa Timur itu mengatakan bahwa pemerintah telah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir  2026.

Menurut Misbakhun, kepastian soal harga BBM bersubsidi itu tetap berlaku meskipun  harga minyak dunia diasumsikan mencapai  100 Dolar AS per barel. 

“Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi,” tuturnya.

Selain itu, Misbakhun juga menyoroti ketahanan pangan nasional yang saat ini berada dalam kondisi sangat prima. Dia menyebut persediaan pangan saat ini sebagai yang tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 4,4 juta ton yang tersebar di seluruh gudang Bulog di Indonesia. 

“Ini adalah bukti kesiapan pemerintah dalam melindungi rakyat," tegasnya.

Oleh karena itu, Misbakhun menyayangkan JK yang sebagai tokoh bangsa justru bersikap kurang bijaksana dalam berpendapat. Misbakhun menyebut wacana yang dilemparkan JK untuk memaksakan kenaikan harga BBM justru bersifat menyesatkan karena ketidakakuratan data dan analisisnya.

"Sangat mengkhawatirkan apabila analisis tidak akurat dari mantan wapres hendak dipakai untuk menekan pemerintah menaikkan harga BBM. Sebagai tokoh yang berpengalaman dua periode sebagai wakil presiden, sepantasnya Pak JK merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong menghadapi situasi geopolitik yang sulit diprediksi," beber dia.

Lebih jauh, Misbakhun menyoroti pernyataan JK yang memprediksi adanya gejolak atau kerusuhan akibat isu ekonomi. Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menyatakan bahwa di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, seharusnya para tokoh nasional membangun narasi yang menyejukkan.

Atas dasar itu, Misbakhun meminta para elite politik berada dalam satu barisan bersama pemerintah untuk memperkuat persatuan nasional. Menurut dia, hal itu penting agar kondisi politik tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa rasa cemas akan isu kenaikan harga pokok.

"Kurang elok dan kurang bijaksana jika tokoh bangsa justru memanaskan suhu politik dengan prediksi kerusuhan. Rakyat butuh ketenangan, bukan dipanasi dengan isu yang bisa menimbulkan gejolak sosial," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya