Berita

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky.

Bisnis

Kegagalan Fiskal Bisa Picu Bom Waktu Ekonomi

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 14:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky mengingatkan potensi gejolak ekonomi dan politik dapat terjadi jika tekanan terhadap kelas menengah terus meningkat di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.

Menurutnya, krisis politik tidak akan muncul selama pemerintah masih memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk meredam tekanan di masyarakat.

“Kalau kita ngomong politik, krisis itu tidak akan pernah terjadi kalau pemerintahnya masih punya duit,” ujar Yanuar di kanal Youtube Hendri Satrio Official, Kamis, 9 April 2026.


Namun, ia menekankan bahwa kondisi kelas menengah saat ini mulai tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan, meski belum sepenuhnya memicu gejolak besar.

“Gampangnya begini, kelas menengah yang sekarang resah ketika dia mengalami harga susu anaknya naik, tapi dia masih kerja, dia masih bisa gesek kartu kredit, mungkin dia hanya gerutu saja. Tetapi pada saat kartu kreditnya mentok limit, dia mulai marah,” jelasnya.

Yanuar menilai kondisi ini menunjukkan bahwa kelas menengah sebenarnya sedang mengalami tekanan inflasi, meskipun harga energi dikendalikan.

“Jadi artinya kelas menengah mengalami inflasi meskipun harga minyaknya dicekek,” katanya.

Ia pun mendorong agar pemerintah mengurangi konsensus di kalangan elite dan membuka ruang fiskal yang lebih besar untuk menahan laju inflasi yang dirasakan masyarakat.

“Dalam konsep seperti ini sebetulnya konsensus antar elite harus dikurangi, memberikan ruang fiskal untuk mengatasi inflasi. Kalau itu tidak terjadi, kita ini sebetulnya bom waktu saja. Akan marah dengan sendirinya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yanuar menyinggung nilai tukar rupiah yang dinilainya saat ini lebih dipengaruhi persepsi pasar. Ia menyebut fundamental rupiah berada di kisaran Rp15.000 per dolar AS.

Ia menegaskan, potensi rupiah menyentuh level Rp20.000 bukan sekadar isu, melainkan bisa terjadi jika terjadi kegagalan fiskal yang memicu kemarahan publik.

“Kalau dibilang ekonom bisa tembus Rp20.000 itu bukan isu besar. Isu besar kalau terkait gagal fiskal yang menyulut kemarahan,” ujarnya.

Yanuar juga menyoroti pendekatan pemerintah yang dinilai ingin menyenangkan semua pihak di tengah keterbatasan anggaran. Dampak tekanan ekonomi juga mulai terasa di sektor riil, termasuk industri yang mulai kesulitan bahan baku.

“Orang juga bilang, kok harga ini sudah naik ya, produsen plastik bilang sudah tidak dapat plastik,” pungkasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya