Berita

Ilustrasi toko mainan di Amerika Serikat (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Bisnis

Produsen Mainan Khawatir Saat Harga Plastik Makin Meroket

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 12:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lonjakan harga plastik global hingga 55 persen akibat gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah, mulai menimbulkan kekhawatiran di industri mainan.

Produsen mainan asal Amerika Serikat (AS), Learning Resources Inc., bahkan mengambil langkah antisipasi dengan membeli bahan baku lebih awal dari biasanya. CEO perusahaan, Rick Woldenberg, mengaku khawatir pasokan akan terganggu saat permintaan meningkat.

“Kami khawatir tentang pasokan untuk Natal,” ujar Woldenberg, dikutip dari Daily News, Kamis 9 April 2026.


Ia menambahkan bahwa perusahaannya memilih mengeluarkan uang lebih awal daripada menunggu situasi memburuk.

Kenaikan harga terjadi di berbagai negara produsen seperti China, Vietnam, dan India, terutama untuk bahan plastik seperti polietilen densitas rendah, material penting dalam pembuatan mainan.

Meski biaya produksi naik, perusahaan berusaha menahan harga jual agar tidak membebani konsumen. Untuk saat ini, sebagian beban biaya masih ditanggung oleh pabrik pemasok.

Selain itu, perusahaan juga mempercepat pembelian stok untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan tarif impor dari pemerintah AS di masa mendatang.

Konflik di Timur Tengah turut mengganggu rantai pasokan petrokimia yang merupakan bahan dasar plastik. Sejumlah pemasok di Asia bahkan menunda pengiriman, sementara harga bahan seperti etilena, metanol, dan propilena melonjak tajam.

Situasi ini berkaitan dengan terganggunya jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Meskipun sempat ada kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran, kondisi di lapangan masih belum stabil. Lalu lintas kapal tanker belum sepenuhnya pulih, dan konflik di kawasan lain seperti Lebanon masih berlangsung.

Meski jalur distribusi mulai dibuka kembali, pemulihan pasokan diperkirakan tidak akan berlangsung cepat. Banyak fasilitas energi dan petrokimia yang mengalami kerusakan atau menghentikan produksi.

CEO Dow Inc., Jim Fitterling, memperkirakan butuh waktu hingga sembilan bulan agar pasokan petrokimia kembali normal setelah Selat Hormuz benar-benar beroperasi penuh. Artinya, harga plastik kemungkinan tetap tinggi dalam waktu dekat, dan industri manufaktur, termasuk mainan, masih akan menghadapi tekanan biaya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga produk seperti mainan akan ikut naik, terutama saat permintaan tinggi di musim liburan. Meski produsen berusaha menahan harga, tekanan biaya yang berkepanjangan bisa sulit dihindari.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya