Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman (Dok. RMOL)

Bisnis

Gula Impor Tak Lagi Bocor, Tapi Membanjiri Pasar Domestik

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 10:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya laporan dari petani terkait peredaran gula rafinasi impor yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, namun justru masuk dan membanjiri pasar konsumsi.

Hal ini menjadi sorotan di tengah kondisi produksi gula nasional yang masih belum mencukupi kebutuhan. Di sisi lain, produk turunan seperti molase justru sulit terserap pasar, sehingga menimbulkan kejanggalan dalam tata kelola pergulaan nasional.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Amran menegaskan bahwa peredaran gula rafinasi tidak lagi sekadar bocor, melainkan telah membanjiri pasar domestik.


Ia menilai kondisi tersebut sebagai anomali. Di satu sisi, produksi gula dalam negeri masih kurang, namun di sisi lain gula lokal tidak terserap dengan baik di pasar.

Amran juga mengungkapkan harga molase terus mengalami penurunan sejak awal 2025. Setelah sempat mencapai Rp1.980 per liter pada Februari 2025, harga tersebut turun menjadi sekitar Rp1.024 per liter pada Maret 2026.

"Produksi kita kurang, tapi molase gula tidak bisa laku. Di Jawa Timur itu terjadi di Oktober, tidak bisa laku. Ada anomali di situ," kata Amran dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu 8 April 2026. 

Laporan mengenai peredaran gula rafinasi ini datang dari berbagai daerah, antara lain Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Gula rafinasi yang masuk ke pasar tersebut kemudian dijual sebagai gula konsumsi.

Menurut Amran, hal ini dimungkinkan karena tingkat keputihan gula rafinasi impor memiliki standar International Commission for Uniform Methods of Sugar Analysis (ICUMSA) yang mirip dengan gula putih produksi dalam negeri, sehingga sulit dibedakan di pasar.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini berbahaya karena dapat merusak pasar gula domestik dan merugikan petani.

Selain persoalan distribusi, Amran juga menyoroti kondisi tanaman tebu ratoon yang sudah tidak layak produksi, dengan persentase mencapai 70 hingga 80 persen.

Menindaklanjuti hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan pembongkaran tanaman ratoon seluas 300 ribu hektare dari total sekitar 500 ribu hektare lahan lama. Program ini akan dilakukan secara bertahap, yakni sekitar 100 ribu hektare per tahun selama tiga tahun.

Untuk tahun 2025, anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,7 triliun. Pemerintah menargetkan melalui program revitalisasi ini, Indonesia dapat mencapai swasembada gula konsumsi paling lambat pada 2027.

Saat ini, selisih antara produksi dan kebutuhan gula nasional relatif kecil, yakni sekitar 200 ribu ton. Produksi gula berada di kisaran 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi mencapai sekitar 2,8 hingga 2,9 juta ton.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya