Berita

Logo PPP (Ilustrasi RMOL)

Politik

PPP di Daerah Khawatir Gagal Ikut Pemilu 2029

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 08:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gejolak internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian memanas. Sejumlah pengurus daerah mengaku khawatir konflik di tubuh partai berlambang Ka’bah tersebut dapat berdampak serius hingga mengancam keikutsertaan PPP dalam pemilu 2029 mendatang lalu ke.

Kekhawatiran itu dipicu oleh terbitnya sejumlah Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang memberhentikan Ketua dan Sekretaris DPW di 12 provinsi, serta mengesahkan perubahan kepengurusan DPW di 38 provinsi. 

Kebijakan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Mardiono dan Wakil Sekretaris Jenderal Jabar Idris.


Sejumlah kader menilai langkah tersebut tidak lazim, mengingat aturan perundang-undangan mensyaratkan dokumen keputusan partai ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan administratif yang bisa berimbas pada status kepesertaan partai dalam pemilu.

Ketua DPC PPP Taliabu, Maluku Utara, Rismanto, secara tegas meminta DPP menghentikan kebijakan yang dinilai merugikan partai tersebut.

“Saya meminta kepada DPP PPP khususnya kepada Pak Mardiono dan Jabar Idris agar menghentikan tindakan kesewenang-wenangan tersebut, karena itu jelas merugikan partai, memecah belah partai bahkan dapat mengakibatkan PPP terancam tidak bisa ikut pemilu,” kata Rismanto dalam keterangan, dikutip Kamis, 9 April 2026.

Ia juga mengingatkan, jika kebijakan tersebut terus berlanjut, para pengurus daerah tidak akan tinggal diam dan siap menempuh langkah lebih jauh.

“Jika Pak Mardiono dan Jabbar Idris tidak menghentikan kesewenang-wenangannya, maka jangan salahkan jika kami bersama para pengurus DPC PPP di seluruh Indonesia akan melakukan evaluasi total terhadap kepemimpinan Pak Mardiono dan juga kami akan lakukan upaya hukum,” tegasnya.

Senada, Ketua DPC PPP Kota Palu, Shauqi H. Maskati, mengaku khawatir terdapat agenda tersembunyi di balik kebijakan tersebut.

“Saya menduga ada skenario terselubung untuk menghancurkan PPP agar satu-satunya partai yang berasaskan Islam ini lenyap dari pusaran pemilu 2029. Na’udzu billahi min dzalik,” tegas Shauqi.

Ia pun memberikan ultimatum kepada DPP agar segera menghentikan kebijakan yang dinilai merugikan partai. Jika tidak, pihaknya siap menggalang konsolidasi nasional.

“Jika kebijakan yang merugikan PPP tersebut tidak segera dihentikan, maka kami siap mengkonsolidir DPC PPP di seluruh Indonesia untuk melakukan evaluasi dan langkah hukum, demi penyelamatan partai, kami tidak ingin PPP gagal ikut pemilu 2029,” pungkas Shauqi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya