Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Asia Memerah: Investor Ragu Gencatan Senjata Bisa Bertahan

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia bergerak melambat dan cenderung berhati-hati pada perdagangan Kamis pagi, 9 April 2026. 

Setelah sempat merayakan sentimen positif sehari sebelumnya, para investor kini mulai meragukan stabilitas perdamaian di kawasan Teluk, terutama terkait ketegangan yang melibatkan Iran dan Israel.

Kenaikan tajam yang terjadi kemarin mulai kehilangan tenaga. Sebagian besar bursa utama di Asia menunjukkan pergerakan yang terbatas dan cenderung melemah.


Nikkei 225 Jepang bergerak datar (stagnan), setelah sempat melesat 5,4 persen pada sesi sebelumnya. 

KOSPI (Korea Selatan) terkoreksi turun 0,4 persen menghentikan reli kuat sebesar 6,8 persen yang terjadi kemarin. Sedangkan MSCI Asia Pasifik (Luar Jepang) melemah tipis 0,3 persen. 

Kelesuan ini juga merambat ke pasar Barat, di mana kontrak berjangka (futures) indeks S&P 500 dan Nasdaq di Amerika Serikat ikut turun sekitar 0,2 persen. 

Faktor utama yang memicu sikap hati-hati investor adalah belum normalnya operasional di Selat Hormuz. Jalur distribusi energi paling krusial di dunia ini masih berada di bawah kendali Iran. 

Laporan bahwa Iran mulai memungut "biaya keamanan" bagi kapal yang melintas menambah kekhawatiran akan adanya hambatan perdagangan jangka panjang.

Dikutip dari Reuters, CEO deVere Group, Nigel Green, memperingatkan bahwa pasar terlalu dini untuk merasa tenang.

"Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur yang masih dikuasai oleh salah satu pihak yang berkonflik. Selama rudal masih diluncurkan dan Israel masih terlibat di berbagai front, ini bukanlah stabilitas," tegasnya. 

Keraguan pasar terhadap gencatan senjata langsung memicu lonjakan harga minyak mentah. Kondisi ini menjadi sinyal buruk bagi inflasi global yang dikhawatirkan akan tetap tinggi dalam waktu lama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya