Berita

Koordinator Siaga 98, Hasanuddin (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Politik

Siaga 98 Kecam Seruan Saiful Mujani: Provokatif dan Inkonstitusional!

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98) melontarkan penolakan keras terhadap pernyataan pengamat politik Saiful Mujani. 

Dalam sebuah forum diskusi publik di Jakarta, Mujani menyerukan konsolidasi kekuatan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, sebuah ajakan yang dinilai melangkahi norma demokrasi

Koordinator Siaga 98, Hasanuddin menilai ajakan tersebut tidak memiliki dasar kuat, baik dari sisi politik maupun konstitusi, serta berpotensi mengganggu stabilitas nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.


"Kami dengan tegas menolak ajakan tersebut karena tidak memiliki dasar yang kuat, baik secara politik maupun konstitusional. Dalam sistem demokrasi yang berlandaskan hukum seperti Indonesia, pergantian kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme yang sah, bukan melalui seruan yang berpotensi menimbulkan instabilitas," kata Hasanuddin kepada RMOL, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Hasanuddin, kebebasan berpendapat tidak boleh dijadikan dalih untuk mendorong tindakan yang justru merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun melalui konstitusi.

"Hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan tersebut memiliki batas, yakni tidak boleh mengarah pada tindakan yang merusak tatanan demokrasi itu sendiri," tegas Hasanuddin.

Lebih lanjut, Siaga 98 menilai seruan tersebut bukanlah bentuk kritik yang sehat dalam sistem demokrasi, melainkan cenderung provokatif dan berpotensi memecah belah masyarakat.

"Mengajak untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme konstitusi bukanlah ekspresi demokrasi, melainkan bentuk penyimpangan dari prinsip demokrasi," jelas Hasanuddin.

Ia menekankan bahwa kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kebijakan, bukan untuk mendelegitimasi pemerintahan yang sah.

"Kritik dalam demokrasi seharusnya bersifat konstruktif, berbasis data, serta bertujuan memperbaiki kebijakan, bukan justru memprovokasi perpecahan atau delegitimasi pemerintahan yang sah. Kritik yang sehat memperkuat demokrasi, sedangkan narasi provokatif justru melemahkannya," terang Hasanuddin.

Dalam pernyataannya, Siaga 98 juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah situasi global yang tidak stabil, termasuk dampak krisis di kawasan Timur Tengah terhadap ekonomi dan stabilitas dunia.

"Menghadapi kondisi global yang tidak menentu, Indonesia justru membutuhkan persatuan nasional yang kokoh. Dalam kondisi seperti ini, energi bangsa seharusnya difokuskan pada penguatan ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, serta solidaritas sosial, bukan pada konflik politik yang tidak produktif," pungkas Hasanuddin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya