Berita

Warga Kashmir rayakan gencatan senjata Iran-AS (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube J&K News)

Global

Warga Kashmir Rayakan Gencatan Senjata sebagai Kemenangan bagi Iran

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah wilayah di Kashmir merayakan pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Banyak warga, terutama di kawasan dengan mayoritas penduduk Syiah, turun ke jalan untuk merayakan kabar tersebut dan menganggapnya sebagai kemenangan bagi Iran.

Dikutip dari Kashmir Observer, Kamis 9 April 2026, perayaan terjadi di berbagai lokasi seperti Saidakadal, Shalimar, Zadibal, Bemina, hingga Lawaypora di Srinagar, serta distrik Budgam, Baramulla, Ganderbal, Pulwama, dan Bandipora.


 Warga terlihat mengibarkan bendera Iran, menyalakan petasan, hingga membagikan minuman khas Kashmir, kehwa, kepada masyarakat sekitar sebagai simbol kegembiraan.

Seorang peserta aksi di Budgam menyampaikan pandangannya secara tegas. “Gencatan senjata ini adalah kemenangan bagi Iran. Mereka telah membuat AS dan Israel bertekuk lutut. Hari ini, kita merayakan kemenangan ini,” ujarnya.

Sebelum gencatan senjata diumumkan, masyarakat Kashmir juga diketahui menggelar penggalangan dana besar-besaran sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Bantuan yang diberikan mencakup uang hingga barang berharga lainnya.

Secara historis, hubungan Kashmir dan Iran memang cukup erat, baik dari sisi budaya, bahasa, maupun agama. Bahkan, Kashmir kerap dijuluki sebagai “Iran-e-Sagheer” atau “Iran kecil”.

Di sisi lain, pemimpin agama terkemuka Kashmir, Mirwaiz Umar Farooq, menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menilai gencatan senjata menjadi langkah positif menuju perdamaian.

"Pengumuman gencatan senjata selama dua minggu ini menunjukkan bahwa dialog dan pengendalian diri lebih efektif dibandingkan konfrontasi dalam menyelesaikan konflik," kata Farooq.

Ia juga memuji ketahanan dan keberanian rakyat serta kepemimpinan Iran dalam menghadapi tekanan.

Namun, tidak semua pihak melihat perkembangan ini secara positif. Kepala Menteri Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, justru mempertanyakan hasil nyata dari konflik tersebut. Ia menyoroti bahwa setelah hampir 39 hari ketegangan, belum jelas apa yang benar-benar dicapai oleh AS.

Menurutnya, salah satu dampak yang disebut-sebut, yakni terbukanya kembali Selat Hormuz, sebenarnya sudah terjadi sebelum konflik dimulai. "Apa sebenarnya yang dicapai AS dalam perang 39 hari ini?" katanya dalam sebuah unggahan di X.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya