Berita

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto. (Foto: Dok. RMOLJateng)

Presisi

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 05:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Seorang anggota Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Tengah (Jateng), Briptu BTS diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang polwan.

Briptu BTS dilaporkan mengintip dan merekam Brigadir SP, Polwan yang sedang mandi di SPN. Kasus ini kini ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng dan segera disidang kode etik.

Informasi soal aksi Briptu BTS sempat membuat heboh karena menyebar di media sosial. Laporan sudah dilayangkan oleh Brigadir SP sejak September 2025.


Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto saat dihubungi mengatakan, proses penyidikan oleh Propam sedang dilakukan. Belum diketahui motif apa yang membuat Briptu BTS nekat melakukan aksinya.

"Ya kan masih dalam proses penyidikan ya, tapi itu (motif) bisa diungkap saat pemeriksaan sidang (kode etik)," kata Artanto dikutip dari RMOLJateng, Kamis 9 April 2026.

Artanto menyebut ada barang bukti meski dia belum mengetahui secara pasti barang bukti apa saja yang diamankan. 

Terkait jumlah korban, Artanto akan kembali mengecek, namun dipastikan baru satu korban yang melakukan pelaporan.

"Saya belum tahu (jumlah korban), tapi  yang lapor satu korban," kata Artanto.

Menurut Artanto, sidang kode etik untuk Briptu BTS akan digelar secepatnya. Saat ini tahapannya masih dalam pemberkasan.

Meski demikian, Briptu BTS belum dilakukan penempatan khusus (patsus) atau penahanan. 

"Yang bersangkutan masih melaksanakan kegiatan harian dan dalam pantauan Propam," pungkas Artanto.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya