Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

RABU, 08 APRIL 2026 | 19:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal prediksi adanya chaos di bulan Juli-Agustus 2026 mendatang turut menimbulkan kegaduhan di publik.

Pasalnya, pernyataan JK menjadi gayung bersambut adanya gerakan-gerakan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Misalnya seperti yang disampaikan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Prof. Saiful Mujani beberapa waktu lalu. 

Sekjen GibrabKu, Pangeran Mangkubumi menyampaikan rasa prihatin atas pernyataan yang disampaikan JK.
 

 
Menurut Pangeran, sebagai seorang negarawan dan wakil presiden yang pernah menjabat 2 kali sekaligus politisi senior, harusnya JK mampu menjadi suri tauladan, atas tuntunan yang bijak bagi rakyat.

“Harusnya Pak JK menjadi bagian dari rantai penguat soliditas keutuhan bangsa, bukan justru menjadi martir untuk memecah belah bangsa lewat narasi provokatif, pesimistis dan sangat tendensius,” ujar Pangeran dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menyayangkan, legacy baik yang pernah JK tinggalkan harus ternodai oleh sikapnya hari ini yang mencoba mendelegitimasi pemerintahan yang sah secara konstitusional.

“Saya percaya Pak JK pernah melakukan kebaikan untuk bangsa dan negara ini, namun sangat disayangkan bila kemudian hari ini beliau justru seolah ingin merusak apa yang sudah dibangunnya sendiri,” ungkapnya. 

“Sedihnya, beliau malah memprediksi akan terjadi chaos bulan juli-agustus, seolah memang sudah terjadwal, teragendakan dan terorganisir, kan bahaya,” tandas Pangeran.

Sebelumnya, JK sempat melontarkan pernyataan yang menuai polemik publik, ia menyebut BBM harus naik dan memprediksi akan terjadi chaos di bulan juli-agustus 2026.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya