Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dokumen Setpres)

Politik

Loyalitas dan Stabilitas Jadi Indikator Reshuffle Kabinet

RABU, 08 APRIL 2026 | 16:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Reshuffle kabinet yang berpeluang dilakukan dalam waktu dekat ditunggu-tunggu publik.

Pengamat politik Nurul Fatta mengatakan, dalam melihat reshuffle kabinet, setidaknya ada tiga indikator yang bisa digunakan. Pertama, indikator kinerja ketika menteri tidak mampu mencapai target, realisasi anggaran buruk, minim inovasi kebijakan, atau gagal merespons krisis. 

"Dalam situasi ini, presiden punya dasar kuat untuk melakukan pergantian," jelasnya kepada RMOL, Rabu, 8 April 2026.


Kedua, indikator politik yang berkaitan dengan loyalitas dan stabilitas. Ketika ada menteri yang tidak sejalan dengan presiden, terlalu jauh bermanuver untuk kepentingan pribadi atau partai, hingga menjadi beban citra pemerintah karena komunikasi publik yang buruk dan memicu kegaduhan, maka itu juga menjadi alasan rasional untuk reshuffle.

Ketiga, indikator etika dan integritas. Jika menteri terlibat skandal, konflik kepentingan, korupsi, atau pelanggaran hukum, maka pergantian bukan hanya perlu, tapi menjadi keharusan untuk menjaga legitimasi pemerintah.

"Dalam konteks hari ini, publik bisa melihat bahwa beberapa menteri memang berada di persimpangan dari indikator-indikator tersebut," ungkap Fatta. 

Namun persoalannya, dalam praktik politik, kocok ulang kabinet sering kali tidak sepenuhnya berbasis pada ukuran teknokratis. Melainkan lebih dipengaruhi pertimbangan politik, bahkan dalam beberapa kasus sangat bergantung pada preferensi subjektif presiden.

"Bahaya terbesar reshuffle itu bukan tidak dilakukan, tapi ketika hanya mengikuti selera politik dan bagi-bagi kekuasaan kekuasaan saja bukan kebutuhan pemerintahan," pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya