Berita

Pengamat politik Nurul Fatta. (Foto: Dok Pribadi)

Politik

Landasan Kocok Ulang Kabinet Harus Jelas dan Terukur

RABU, 08 APRIL 2026 | 15:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana reshuffle kabinet yang disebut-sebut akan terjadi dalam waktu dekat menarik perhatian publik.

Menurut pengamat politik, Nurul Fatta, kocok ulang kabinet merupakan hal yang wajar dalam sistem presidensial, karena itu bagian dari hak prerogatif presiden untuk memastikan efektivitas pemerintahan. 

"Namun, yang paling penting adalah dasar pengambilan keputusannya," kata Fatta kepada RMOL, Rabu, 8 April 2026.


Dia menegaskan, jika reshuffle didasarkan pada evaluasi kinerja, maka itu akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan. 

"Sebaliknya, jika lebih didominasi pertimbangan politik jangka pendek, maka berisiko tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya," jelasnya. 

Isu perombakan kabinet kembali mencuat ke ruang publik setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan singkat namun penuh isyarat dalam keterangannya di Istana Merdeka, Selasa, 7 April 2026.

Saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle kabinet dalam waktu dekat, Seskab tidak secara tegas membantah kabar tersebut. Ia hanya meminta publik menunggu kepastian resmi, seraya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto yang akan menyampaikan langsung kepada masyarakat.

“Tunggu aja. Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” kata dia.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya