Berita

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan. (Foto: RMOL)

Politik

Great Institute: Tiga Pos Strategis Perlu Dievaluasi dalam Reshuffle Prabowo

RABU, 08 APRIL 2026 | 14:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana reshuffle kabinet yang disebut-sebut akan terjadi dalam waktu dekat memunculkan berbagai masukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya datang dari Great Institute yang menyoroti perlunya evaluasi pada tiga pos strategis dalam Kabinet Merah Putih.

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menyebutkan bahwa ketiga pos tersebut berperan krusial dalam menentukan efektivitas pemerintahan.

“Ya, tetap ada tiga kategori pos strategis di dalam kabinet,” ujar Syahganda di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.


Kategori pertama yang dinilai perlu dibenahi adalah sektor komunikasi publik. Syahganda menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat memahami kinerja pemerintah.

“Pos-pos yang menyangkut komunikasi harus diperbaiki, agar rakyat mendapatkan informasi yang jelas,” ujarnya.

Kategori kedua berkaitan dengan sektor ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kementerian yang menangani program-program berbasis masyarakat perlu diperkuat, termasuk melalui pergantian menteri jika diperlukan.

Ia menilai program padat karya harus diperbanyak untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Rakyat harus tetap dibuat sibuk bekerja, misalnya melalui proyek-proyek padat karya seperti pembangunan infrastruktur sederhana,” jelasnya.

Kategori ketiga adalah pos yang memiliki fungsi koordinasi lintas kementerian serta pengendalian program pembangunan agar tetap sesuai target pemerintah.

Syahganda mencontohkan peran Kuntoro Mangkusubroto pada era Susilo Bambang Yudhoyono melalui Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang dinilai efektif dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, sosok dengan kemampuan serupa diperlukan untuk memastikan kinerja kementerian dapat terukur dan terkontrol dengan baik.

Lebih lanjut, Syahganda menekankan bahwa penempatan figur yang tepat di posisi strategis menjadi kunci keberhasilan pemerintahan.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait kinerja pemerintah.

“Harus ada orang-orang yang bisa menjelaskan kepada rakyat bahwa pemerintah sedang bekerja. Kalau tidak, akan muncul persepsi negatif karena publik tidak mengetahui apa yang dikerjakan,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya