Berita

Ilustrasi mata uang Dolar dan Rupiah.

Politik

Pelemahan Rupiah Tak Boleh Dianggap Biasa

RABU, 08 APRIL 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.000 per dolar AS dan mencatatkan titik terlemah sepanjang sejarah disorot Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri.

Ia menilai kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi pemerintah dan otoritas moneter untuk memperkuat langkah antisipatif di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.

“Pelemahan rupiah hingga menembus Rp17.000 per dolar AS tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memastikan bahwa langkah-langkah stabilisasi benar-benar efektif dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Idrus, Rabu, 8 April 2026.


Ia mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi di pasar melalui berbagai instrumen operasi moneter. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya menjaga stabilitas rupiah tidak bisa hanya dibebankan pada bank sentral semata.

“Pemerintah harus hadir melalui kebijakan fiskal yang kuat, pengendalian impor, serta penguatan sektor riil agar tekanan terhadap rupiah bisa diminimalisir,” tegasnya.

Idrus juga menyoroti faktor eksternal seperti konflik geopolitik global dan dinamika harga komoditas yang turut memengaruhi nilai tukar. Meski demikian, ia menekankan bahwa ketahanan ekonomi domestik tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan tersebut.

“Faktor global memang tidak bisa kita kendalikan, tetapi daya tahan ekonomi nasional ada di tangan kita sendiri. Penguatan industri dalam negeri, peningkatan ekspor bernilai tambah, dan pengurangan ketergantungan terhadap impor harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

Lebih jauh, Idrus mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor, inflasi, serta daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk segera mengambil langkah konkret guna melindungi masyarakat dari dampak lanjutan.

Politikus Partai Keadila Sejahtera itu pun mendorong adanya komunikasi publik yang transparan dan menenangkan agar tidak memicu kepanikan di pasar maupun di masyarakat.

“Pemerintah harus mampu menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar. Komunikasi yang jelas, konsisten, dan berbasis data sangat penting agar situasi ini tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan,” pungkas Idrus.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya