Berita

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Shehbaz Sharif Official)

Global

Pakistan Berhasil Gagalkan Ancaman Trump terhadap Iran

RABU, 08 APRIL 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penundaan rencana serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) ke Iran tidak lepas dari peran Pakistan.

Negara Asia Selatan itu muncul sebagai aktor kunci dalam upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran yang semakin memanas. Di tengah ancaman keras dari Trump yang memperingatkan bahwa seluruh peradaban hancur dalam hitungan jam, Pakistan bergerak cepat mengajukan proposal damai di menit-menit terakhir.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengambil peran langsung sebagai mediator. Ia mengusulkan agar AS menunda serangan terhadap Iran selama dua minggu. Dalam periode itu, Pakistan meminta Iran untuk memenuhi tuntutan utama Washington, yaitu membuka kembali Selat Hormuz - jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan saat ini ditutup oleh Teheran sebagai respons atas serangan.


Sharif menegaskan bahwa upaya diplomasi yang dipimpin Pakistan bukan sekadar simbolis, melainkan serius dan berpotensi menghasilkan terobosan dalam waktu dekat.

"Upaya diplomatik untuk penyelesaian damai… berjalan dengan mantap, kuat, dan dahsyat, dengan potensi menghasilkan hasil substantif dalam waktu dekat," ujarnya, dikutip dari AFP, Rabu 8 April 2026.

Langkah Pakistan berdampak nyata.Trump akhirnya menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu setelah berkomunikasi dengan para pemimpin Pakistan. Ini menandakan bahwa intervensi diplomatik Islamabad berhasil membuka ruang jeda yang sangat dibutuhkan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Di sisi lain, situasi di lapangan tetap tegang. Serangan dari AS dan Israel terhadap berbagai infrastruktur di Iran terus berlangsung, sementara Iran merespons dengan menguasai Selat Hormuz. Ketegangan ini bukan hanya berisiko memicu konflik yang lebih luas, tetapi juga mengguncang pasar energi global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya