Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

RABU, 08 APRIL 2026 | 09:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menunjukkan komitmennya dalam melakukan transformasi keuangan yang transparan pada Tahun Buku 2025. 

Meski secara angka tercatat rugi bersih sebesar Rp5,4 triliun sepanjang 2025 - atau membengkak hingga 6.127 persen (yoy) - akibat kebijakan pencadangan yang agresif, perusahaan tetap berhasil mempertahankan EBITDA positif sebesar Rp763,8 miliar, yang membuktikan bahwa bisnis inti perusahaan tetap berjalan produktif.

Pada periode 2024 rugi bersih ADHI tercatat sebesar Rp 86,75 miliar. 


Lonjakan kerugian tahun ini bukanlah tanpa alasan. ADHI memilih untuk melakukan penyesuaian nilai aset secara besar-besaran demi kesehatan keuangan jangka panjang.

Sekretaris Perusahaan, Rozi Sparta, menjelaskan lonjakan kerugian ini terutama dipicu pencadangan dan penyesuaian nilai wajar aset dalam rangka program penyehatan BUMN Karya.

Langkah ini mencakup perbaikan nilai aset properti dan penyelesaian piutang anak usaha (Adhi Persada Gedung), sehingga beban masa lalu tidak lagi menghambat langkah perusahaan di masa depan.

Di balik proses restrukturisasi ini, denyut nadi operasional ADHI tetap kencang. ADHI berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp18,1 triliun, yang didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 91 persen. 

Nilai produksi sebesar Rp16,6 triliun sepanjang 2025 menunjukkan bahwa kepercayaan pemberi kerja tetap tinggi.

Pengerjaan Tol Yogyakarta-Bawen dan PUSRI III-B terus menjadi motor penggerak pendapatan non-JO sebesar Rp9,7 triliun.

Meskipun ekuitas terkoreksi menjadi Rp3,3 triliun karena langkah "bersih-bersih" ini, ADHI tetap disiplin dalam menjaga kesehatan rasio utangnya. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat di angka 2,41 kali, angka yang masih sangat aman karena berada di bawah batas ketentuan (covenant) perbankan.

Laporan keuangan yang dirilis Selasa 7 April 2026 juga menunjukkan sisi positif dari efisiensi biaya. 

Efisiensi beban pokok turun 26,5 persen menjadi Rp8,62 triliun, sehingga perusahaan mampu mencetak laba bruto sebesar Rp1,05 triliun.

Manajemen optimistis bahwa penyesuaian besar-besaran di 2025 adalah investasi untuk masa depan.

Ke depan, ADHI akan fokus pada akselerasi proyek-proyek berkelanjutan (green construction), hilirisasi industri, serta percepatan realisasi piutang dari proyek besar seperti LRT Jabodebek dan Tol Aceh-Sigli. Langkah ini diproyeksikan akan menjadi katalis utama bagi pemulihan kinerja perusahaan di tahun 2026.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya