Berita

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

RABU, 08 APRIL 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Usulan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) soal  pemerintah sebaiknya memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan melakukan penyesuaian harga harus dilihat sebagai masukan yang positif dan konstruktif serta tak perlu terlalu dikhawatirkan. 

Pengamat politik Nurul Fatta menilai apa yang disampaikan JK bukan sekadar kritik, tetapi peringatan agar pemerintah tidak terus terjebak dalam kebijakan yang terlalu populis, khususnya di sektor energi.

Menurutnya, pemerintah perlu mulai berani keluar dari pola populisme energi. Usulan kenaikan BBM, selama disertai komunikasi publik yang baik, bukan sesuatu yang mustahil untuk diterima masyarakat.


“Kuncinya ada pada transparansi dan kejujuran pemerintah dalam menjelaskan alasan kebijakan tersebut,” ujar Fatta kepada RMOL, Rabu, 8 April 2026.

Ia mencontohkan pengalaman masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono bersama JK, saat pemerintah menaikkan harga BBM pada 2005 dan 2008 akibat tekanan global.

Saat itu, lanjutnya, meski sempat menuai resistensi, pemerintah mampu mengelola situasi dengan baik. Bahkan saat harga kembali stabil, penurunan harga BBM justru mendapat apresiasi dari publik.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita rasional, selama kebijakan dijelaskan dengan baik dan dirasakan adil,” jelasnya.

Fatta menegaskan, pemerintah tidak perlu terlalu khawatir terhadap potensi reaksi publik semata. Menurutnya, kepemimpinan justru diuji dari keberanian mengambil keputusan yang tidak selalu populer.

Di sisi lain, ia menilai pernyataan JK penting dalam konteks demokrasi, terutama ketika fungsi kontrol dari partai politik dan DPR belum berjalan optimal. Ia juga menekankan bahwa pernyataan JK tidak bisa dipandang sebagai upaya mengadu domba atau memecah belah.

“Justru sebaliknya, ini bagian dari dinamika yang sehat dalam demokrasi,” tegasnya.


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya