Berita

Ilustrasi (Foto: Babbe)

Nusantara

Sektor Perikanan Nasional Terancam Efek Domino Perang AS-Israel dan Iran

RABU, 08 APRIL 2026 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, memberikan peringatan serius mengenai kerentanan sektor perikanan Indonesia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. 

Ketegangan geopolitik ini diprediksi akan memukul kesejahteraan nelayan, mulai dari lonjakan biaya operasional hingga penurunan kinerja ekspor.

Faktor utama yang menjadi sorotan adalah ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik tersebut otomatis akan menaikkan biaya melaut.


"Seperti kita ketahui bahwa dinamika geopolitik global saya kira semua sudah tahu sangat berdampak kepada salah satunya di Kementerian Kelautan dan Perikanan juga sangat berdampak. Di antaranya adalah soal penggunaan bahan bakar minyak untuk para nelayan yang 100 persen hingga saat ini masih menggunakan bahan bakar minyak," ungkap Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa 7 April 2026. 

Selain masalah energi, Menteri KP mengkhawatirkan kenaikan biaya logistik yang akan mengganggu efisiensi distribusi.

"Kemudian harga-harga akibat dari distribusi juga masih terpengaruh sehingga rantai pasok dari hasil perikanan juga berpotensi mengakibatkan penurunan volume ekspor hingga penurunan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global," tambahnya.

Meskipun sektor perikanan mencatatkan performa gemilang sepanjang 2025, tanda-tanda kelesuan mulai muncul di awal 2026. 

Pada 2025, produksi tumbuh rata-rata 3,8 persen, mencapai 26,25 juta ton yang didominasi rumput laut sebesar 11,65 juta ton. Nilai ekspor pun menyentuh angka tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni 6,27 miliar Dolar AS. 

Pada Februari 2026, nilai ekspor baru mencapai 960 juta Dolar AS. Secara year-on-year, angka ini menunjukkan perlambatan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sektor perikanan tidak hanya dihantam isu perang, tetapi juga fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla. Trenggono menyebut situasi ini sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus dikelola dengan sangat cermat.

Beberapa risiko ekologis yang kini menghantui perikanan Indonesia meliputi kerusakan ekosistem, dimana  kerentanan pada wilayah daratan, pesisir, dan lautan kian meningkat.

Kemudian masalah perikanan budidaya, tingginya penguapan (evaporasi) memicu lonjakan salinitas (kadar garam), yang berisiko menyebarkan wabah penyakit pada komoditas budidaya.

Kondisi tersebut juga berpotensi mempercepat kerusakan ekosistem karbon biru yang berujung pada peningkatan emisi karbon secara signifikan.

Menteri KP berharap tensi global, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, segera mereda agar kinerja ekspor perikanan Indonesia dapat kembali terakselerasi dan beban biaya di tingkat nelayan dapat ditekan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya