Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Menguat di Tengah Ultimatum Trump Terhadap Iran

RABU, 08 APRIL 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas mengalami kenaikan seiring meningkatnya kewaspadaan investor yang mencermati  tenggat waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan Reuters, pada penutupan perdagangan Selasa 7 April 2026 atau Rabu dini hari WIB, emas spot menguat 0,8 persen ke level 4.684,59 Dolar AS per ons. Sedangkan emas berjangka AS stabil di posisi 4.684,70 per ons.

Analis senior dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai pasar saat ini sedang dalam fase "menunggu" menjelang batas waktu pukul 20.00 waktu Timur AS. 


Ketegangan meningkat setelah Teheran belum menunjukkan itikad untuk memenuhi tuntutan Washington, sementara Trump memberikan peringatan keras mengenai dampak besar yang mungkin terjadi jika kesepakatan gagal tercapai.

Meski dibayangi ancaman konflik fisik, arah pergerakan harga emas sebenarnya masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global. Wyckoff menyoroti bahwa jika bank sentral dunia menunda pemangkasan suku bunga, minat investor terhadap emas bisa menyusut karena aset ini tidak menghasilkan imbal hasil (yield).

Sejak ketegangan dengan Iran meletus, harga emas justru sudah merosot sekitar 11 persen. Hal ini terjadi karena lonjakan biaya energi memicu inflasi tinggi, yang memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Fokus pasar pekan ini tertuju pada risalah rapat The Fed serta rilis data inflasi AS (PCE dan CPI) untuk mencari petunjuk kebijakan selanjutnya.

Di sisi lain, tren diversifikasi cadangan devisa terus berlanjut. Bank sentral China dilaporkan kembali memborong emas selama 17 bulan berturut-turut sebagai langkah perlindungan di tengah ketidakpastian global.

Berbanding terbalik dengan emas, komoditas logam mulia lainnya justru ditutup di zona merah.

Harga perak turun 1 persen menjadi 72,03 Dolar AS per ons. Platinum melemah 2 persen menjadi 1.939,15. Sedangkan paladium berada di harga 1.455,63 Dolar AS per ons atau menyusut 2 persen.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya