Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

Nama-nama Menteri Berkinerja Buruk sudah di Kantong Prabowo

RABU, 08 APRIL 2026 | 03:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Reshuffle kabinet yang berpeluang dilakukan dalam waktu dekat tidak bisa dilihat sekadar sebagai rutinitas politik, melainkan bagian dari operasi konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto.

Demikian pandangan Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Rabu 8 April 2026.

“Prabowo sudah mengantongi nama-nama yang kinerjanya buruk dan yang tidak loyal. Ini bukan lagi fase kompromi, tapi fase penegasan otoritas,” kata Amir.


Dalam analisisnya, ada tiga indikator utama yang menjadi dasar reshuffle, yakni kinerja kementerian yang tidak optimal, ketidaksinkronan dengan visi presiden, dan loyalitas politik yang tidak tunggal

Ketiga faktor ini, menurut Amir, menjadi parameter utama dalam menentukan siapa yang akan dipertahankan dan siapa yang akan diganti.

Langkah reshuffle tentu memiliki implikasi politik yang luas. Di satu sisi, ini bisa memperkuat stabilitas pemerintahan karena seluruh kabinet berada dalam satu komando. 

Namun di sisi lain, reshuffle juga berpotensi memicu gesekan politik, terutama jika menyasar tokoh-tokoh yang memiliki basis kekuatan tersendiri.

“Ini seperti operasi bedah. Kalau berhasil, tubuh pemerintahan akan lebih sehat. Tapi kalau tidak hati-hati, bisa memicu resistensi politik,” kata Amir.

Meski demikian, Amir meyakini bahwa Presiden Prabowo sudah mempertimbangkan risiko tersebut. 

Dengan latar belakang militer dan pengalaman panjang di dunia politik, Prabowo dinilai memahami momentum yang tepat untuk melakukan perombakan kabinet.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya