Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Sesi I Selasa Siang: Sempat Menyentuh 7.022, Indeks Parkir di Zona Merah

SELASA, 07 APRIL 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela terhenti di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa 7 April 2026. 

Setelah sempat dibuka pada level 6.989 dan mencoba menembus level psikologis di 7.022, indeks akhirnya melemah 0,29 persen atau turun sekitar 20,26 poin ke posisi 6.969,15.

Meskipun aktivitas perdagangan tergolong sangat masif dengan nilai transaksi mencapai Rp72,35 triliun, sentimen negatif di beberapa sektor raksasa menyeret indeks jatuh ke batas bawah hariannya di level 6.942.


Di tengah pelemahan indeks, sektor energi (IDXENERGY) tampil sebagai primadona dengan kenaikan 0,72 persen. Penguatan ini didorong oleh performa apik saham-saham seperti: INDY (Indika Energy) yang melesat signifikan sebesar  6,34 persen, dan MEDC (Medco Energi) yang naik 1,88 persen. 

Sebaliknya, sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi pemberat utama bursa dengan koreksi tajam sebesar 2,12 persen. Pelemahan ini dipicu oleh rontoknya harga saham blue-chip dan konstruksi seperti ADHI yang turun 4,26 persen dan raksasa otomotif ASII  yang melemah 2,87 persen. 

Berdasarkan indeks LQ45, berikut adalah daftar saham yang paling banyak bergerak di sesi pertama. 

Top Gainers di antaranya; DSSA (Dian Swastatika), BRPT (Barito Pacific),  BREN (Barito Renewables), dan AKRA (AKR Corporindo). 

Sementara top losers atau saham yang tertekan di antaranya; ADMR (Adaro Minerals), ANTM (Aneka Tambang), dan EMTK (Elang Mahkota) 

Tiga saham yang paling aktif diperdagangkan dari sisi nilai transaksi siang ini adalah BUMI, BBRI, dan CUAN.

Secara teknis, pasar cenderung didominasi oleh aksi jual. sebanyak 261 saham menguat, sementara 371 saham melemah.

Pelemahan ini menunjukkan investor cenderung berhati-hati, meskipun sektor komoditas energi tetap memberikan harapan di tengah tekanan jual pada sektor industri dan konsumer. Fokus investor selanjutnya akan tertuju pada pembukaan perdagangan sesi II untuk melihat apakah level 6.900 mampu menjadi tumpuan yang kuat bagi IHSG.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya