Berita

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Nusantara

BMKG: Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Panjang

SENIN, 06 APRIL 2026 | 19:35 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau 2026 akan datang lebih awal pada April-Mei dan berlangsung panjang hingga September bahkan awal tahun berikutnya. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pola kemarau akan bergerak dari wilayah Indonesia timur ke barat. Ia menyebut sebagian besar wilayah akan mengalami curah hujan di bawah normal dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir.

“Jadi, Indonesia itu memiliki 699 zona musim. Nah, sebagian besar zona musim di Indonesia itu memiliki rata-rata hujannya di tahun ini itu lebih rendah dari rata-rata hujan selama 30 tahun terakhir,” katanya di Jakarta, Senin, 6 April 2026. 


BMKG juga memantau fenomena El Nino yang saat ini berada pada level lemah hingga moderat. Meski belum sekuat 2019, kondisi ini tetap berpengaruh terhadap penurunan curah hujan dan potensi kemarau lebih panjang.

“Kemudian juga, selain kemarau, kita juga mengenal ada El Nino, saat ini kita pantau, saat ini El Nino-nya masih lemah hingga moderate, kemudian harapannya lagi kita akan terus pantau apa yang terjadi tahun ini hingga di tahun 2020 nanti,” jelas Teuku.

Untuk mengantisipasi dampak, BMKG melakukan pemantauan rutin dari skala harian hingga dasarian atau per 10 hari. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BMKG mengimbau masyarakat dan perusahaan tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat risiko karhutla diperkirakan meningkat tahun ini. Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan daerah guna menekan dampak kemarau panjang.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya