Berita

Ilustrasi antrean SPBU Vietnam (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Wion)

Bisnis

Ojol Vietnam Menjerit Akibat Kenaikan Harga BBM

SENIN, 06 APRIL 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dampak perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini terasa hingga ke Asia Tenggara, khususnya Vietnam. Lonjakan harga bahan bakar akibat terganggunya pasokan minyak membuat para pekerja lepas menjadi kelompok yang paling terdampak.

Di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, seorang pengemudi ojek online mengaku setengah dari penghasilannya habis untuk membeli bensin. Dalam sehari bekerja 7-8 jam, ia memperoleh sekitar 240.000 Dong (Rp150.000), namun sekitar 120.000 Dong (Rp75.000) harus dikeluarkan untuk bahan bakar.

 “Saya tidak bisa bertahan hidup dengan jumlah uang ini di kota,” ujarnya, dikutip dari Al-Jazeera, Senin 6 April 2026.


Kenaikan harga ini dipicu oleh blokade Iran terhadap Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Vietnam yang selama ini mengimpor sekitar 80 persen minyak mentahnya, terutama dari Kuwait, harus menghadapi gangguan pasokan. Dampaknya, harga solar melonjak lebih dari dua kali lipat, sementara bensin naik hampir 30 persen.

Kondisi tersebut membuat banyak pengemudi memilih berhenti sementara karena biaya operasional tidak lagi sebanding dengan pendapatan. Sebagian lainnya terpaksa bekerja lebih lama, meski tanpa jaminan upah minimum atau perlindungan kerja yang memadai.

Pemerintah Vietnam berupaya meredam dampak dengan menangguhkan pajak lingkungan untuk bahan bakar hingga pertengahan April. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan harga sekaligus meredakan keresahan masyarakat, meskipun negara harus kehilangan pendapatan besar.

Meski demikian, tekanan terhadap ekonomi terus meluas. Transportasi umum di kota-kota besar menjadi semakin padat, sementara maskapai domestik mulai mengurangi jumlah penerbangan. Perusahaan transportasi darat juga mengalami kerugian akibat kenaikan harga solar.

Dampak krisis ini turut dirasakan sektor lain seperti perikanan dan rumah tangga. Nelayan menghadapi biaya operasional yang meningkat, sementara harga jual hasil tangkapan justru menurun. Di sisi lain, keluarga berpenghasilan rendah mulai mengurangi penggunaan gas memasak dan kembali menggunakan kayu bakar demi menghemat.

Dalam jangka panjang, krisis ini mendorong Vietnam mempercepat upaya kemandirian energi. Pemerintah mulai mencari sumber minyak alternatif serta mempertimbangkan pengembangan energi terbarukan, meski solusi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya