Berita

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo (Foto situs Amdatara)

Bisnis

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

SENIN, 06 APRIL 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik geopolitik yang memanas antara Iran melawan AS dan Israel sejak akhir Februari 2026 kini dampaknya merembet jauh melampaui urusan militer, yakni menghantam dapur produksi industri air minum di Indonesia. 

Lonjakan harga minyak mentah dunia telah menciptakan efek domino yang sangat berat bagi industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). 

Mungkin banyak yang bertanya, apa hubungannya perang di Teluk dengan harga air mineral? Jawabannya ada pada ketergantungan industri plastik terhadap energi fosil. Hampir seluruh bahan baku plastik yang digunakan untuk botol dan galon diproduksi dari bahan plastik, yang dibuat dari turunan minyak bumi dan gas alam


Kondisi ini membuat biaya pengadaan material kemasan meroket hingga 100 persen hanya dalam hitungan minggu. Bagi para pelaku usaha, kenaikan ini bukan lagi sekadar fluktuasi harga pasar yang biasa, melainkan tekanan struktural yang mengancam napas industri. 

Kenaikan harga gas alam yang mencapai lebih dari 60 persen di pasar Asia semakin memperparah keadaan, mengingat energi merupakan komponen vital dalam mengolah bijih plastik menjadi kemasan siap pakai.

Dampak yang paling dikhawatirkan adalah ancaman terhadap kelangsungan usaha kecil dan menengah (UMKM).

Dengan kenaikan harga kemasan jadi yang diprediksi mencapai 25 hingga 50 persen, produsen dengan likuiditas rendah berada di ambang kolaps. Jika ini dibiarkan, bukan hanya puluhan ribu lapangan kerja yang terancam hilang, tetapi akses masyarakat terhadap air minum yang higienis juga akan terganggu. 

Hal ini menjadi isu serius bagi kesehatan publik, mengingat peran strategis AMDK dalam menyediakan air layak konsumsi di berbagai pelosok daerah.

Menghadapi situasi yang kian terjepit, Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Amdatara)  berharap pemerintah dapat hadir sebagai penyangga atau shock absorber. 

”Kami menyampaikan keprihatinan serius atas tekanan yang semakin berat terhadap industri air minum dalam kemasan (AMDK) akibat lonjakan harga bahan baku kemasan, terutama plastik yang berbasis minyak bumi,” ujar Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, sebagaimana ditulis di website Amdatara, dikutip Senin 6 April 2026

Diperlukan langkah nyata seperti relaksasi pajak dan penurunan sementara PPN kemasan dari 11 persen menjadi 8 persen guna meringankan beban produksi. Selain itu, pelonggaran bea masuk untuk bahan baku dianggap krusial agar harga produk di tingkat konsumen tetap terjangkau.

“Insentif yang kami minta ini bukanlah privilese, melainkan penopang agar industri tetap dapat berjalan, tenaga kerja terlindungi, pasokan produk ke masyarakat tetap terjaga, dan stabilitas ekonomi nasional tidak terganggu,” kata Karyanto.

Pada akhirnya, tantangan ini bukan hanya soal menjaga keuntungan perusahaan, melainkan menjaga stabilitas ekonomi dan perlindungan bagi konsumen. 

Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, kenaikan harga bahan baku akibat perang ini bisa memukul daya beli masyarakat luas yang sangat bergantung pada produk air minum kemasan setiap harinya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya