Berita

Logo PBNU (RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

SENIN, 06 APRIL 2026 | 06:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebaiknya bersikap kritis pada Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang setiap hari menjadi bahan pergunjingan masyarakat, gara-gara berbagai kebijakan, program dan kinerjanya belum maksimal.

Demikian disampaikan analis politik Saiful Huda Ems melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Senin 6 April 2026.

"Jangan lagi PBNU perbanyak bicara soal perang Iran versus AS dan Israel, hanya karena Iran saat ini sedang ngetrend, didukung dan digandrungi oleh mayoritas rakyat Indonesia dan dunia," kata Saiful. 


Kesibukan PBNU dalam urusan perang Iran versus AS dan Israel, kata Saiful, justru malah memberi kesan bahwa PBNU semakin kesini itu semakin mejadi seperti orang yang buta, tuli dan bisu.

"Sebab PBNU tidak berani lagi bersikap kritis pada pemerintah karena sudah diberi mainan tambang oleh Jokowi," kata Saiful. 

Saiful melihat, pembicaraan PBNU soal  perang Iran versus AS dan Israel hanyalah semacam pengalihan isu. Biar orang-orang tidak menyorot PBNU yang daya kritisnya terhadap pemerintah makin melempem.

"Sudah sewajarnya PBNU mulai mengundurkan diri untuk menjadi "satpam politik" pemerintah," kata Saiful.

Saiful mendorong PBNU kembali menjadi organisasi yang fokus mengurus dan memajukan warga Nahdliyin, baik dalam bidang dakwah keagamaan, pendidikan, kesehatan maupun perekonomian. 

"Masak PBNU sudah lupa dengan cikal bakal berdirinya NU? Ada Nahdlatul Fikr (Kebangkitan/Gerakan Pemikiran), Nahdlatul Tujjar (Kebangkitan/Gerakan Perdagangan), Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Nasionalisme Tanah Air)," pungkas Saiful.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya