Berita

PSS pelaku penganiayaan ibu lansia di Simalungun diamankan petugas kepolisian Polres Simalungun. (Foto: Istimewa)

Presisi

Ibu Lansia Dianiaya Tetangga sampai Muntah Darah

SENIN, 06 APRIL 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perempuan lansia, Senti br. Silalahi, menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan tetangganya di depan rumah korban di Dusun Pangkalan Buttu, Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, pada Jumat 3 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Luka serius tampak di sejumlah bagian tubuhnya -- mulai dari kening yang robek, mata lebam, hingga luka di sisi tubuh. Bahkan, korban sempat muntah darah akibat kerasnya serangan.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba mengatakan, pelaku berinisial PSS langsung diamankan tak lama setelah kejadian. 


Polisi yang menerima laporan segera turun ke lokasi dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Korban dan pelaku diketahui bertetangga," kata Verry dikutip dari RMOLSumut, Senin 6 April 2026.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Informasi dari keluarga menyebutkan, PSS sudah menjalani rawat jalan sejak Februari 2026.

Untuk memastikan penanganan yang tepat, polisi membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem di Medan pada Sabtu dini hari, 4 April 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.

Informasi yang dikumpulkan, BS menerima kabar bahwa ibunya diserang. Saat tiba di lokasi, ia mendapati korban sudah terkapar dengan luka berat.

Warga sekitar kemudian membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Sidamanik sebelum akhirnya dirujuk ke RS Efarina Pematangsiantar karena kondisinya yang kritis.

“Korban mengalami luka cukup berat dan harus mendapat perawatan intensif. Kami pastikan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur,” kata Verry.

Laporan kasus ini telah resmi diterima Polsek Sidamanik dengan nomor LP/B/13/IV/2026. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengurus visum untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya