Berita

Telur ayam di sebuah supermarket (RMOL/Reni Erina)

Kesehatan

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 19:56 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pernahkah Anda berdebat dengan anggota keluarga mengenai kebiasaan sepele sehabis berbelanja dari pasar? Pertanyaan "simpan telur di kulkas, dicuci dulu atau tidak?" adalah salah satu dilema paling umum di dapur masyarakat kita.

Melihat cangkang telur yang terkadang dilumuri kotoran unggas memang kerap memicu insting kita untuk segera menyiramnya di bawah air mengalir.

Namun, dari kacamata keamanan pangan, apakah kebiasaan bersih-bersih ini benar-benar aman, ataukah kita justru sedang membuka celah bagi bakteri mematikan? Mari kita bedah tuntas fakta ilmiahnya.


Secara alami, setiap butir telur yang baru keluar dari induk ayam dibekali dengan sebuah lapisan pelindung transparan yang dikenal sebagai lapisan kutikula telur (atau bloom). Lapisan super tipis ini berfungsi layaknya perisai magis yang menyegel hingga puluhan ribu pori-pori mikroskopis pada cangkang.

Fungsi krusial dari lapisan ini adalah menahan masuknya udara dan bakteri patogen ke dalam area putih dan kuning telur, sekaligus mencegah kelembapan internal telur agar tidak cepat menguap.

Sayangnya, perisai pertahanan alami ini berkarakter sangat rapuh dan akan luruh seketika apabila Anda mengguyurnya dengan air, apalagi jika dicampur dengan sabun.

Risiko Kontaminasi Silang dan Pori-Pori Cangkang

Banyak konsumen tidak menyadari bahwa cangkang telur sejatinya tidak padat, melainkan berpori layaknya spons. Di sinilah letak bahaya mencuci telur.

Ketika Anda mencuci telur—terutama menggunakan air bersuhu ruang atau air dingin—air tersebut memicu perubahan suhu mendadak yang menciptakan efek vakum (tekanan negatif).

Alih-alih bersih, efek vakum ini justru menyedot air cucian yang telah bercampur kotoran tinja ayam langsung melesak masuk ke dalam telur melalui pori-pori yang segelnya baru saja rusak.

Lebih jauh lagi, proses pencucian ini memperbesar risiko terjadinya kontaminasi silang (cross-contamination). Cipratan mikroskopis dari air cucian di wastafel dapur dapat dengan mudah menyebarkan bakteri ke piring, peralatan masak, atau bahan makanan lain yang ada di sekitarnya.

Berbicara soal perunggasan, ancaman terbesar yang mengintai adalah bakteri Salmonella enteritidis. Patogen ganas ini kerap bersarang di kotoran yang menempel pada cangkang.

Jika air cucian memfasilitasi bakteri ini masuk melewati cangkang, Salmonella akan menemukan lingkungan yang kaya nutrisi untuk berkembang biak dengan sangat masif. Mengonsumsi telur yang telah terkontaminasi secara internal ini dapat memicu keracunan makanan parah; membawa gejala seperti diare hebat, kram perut, hingga demam tinggi yang sangat berisiko fatal bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Cara Menyimpan Telur di Kulkas Agar Awet

Lalu, bagaimana solusi terbaik jika Anda mendapati telur yang baru dibeli dalam kondisi sangat kotor? Kuncinya adalah pembersihan kering (dry cleaning). Gunakan tisu tebal, kain lap kering, atau spons berbulu halus untuk mengusap rontokan kotoran secara perlahan. Cara ini ampuh menyingkirkan noda tanpa harus merusak kutikula.

Setelah dilap secara kering, segera terapkan cara menyimpan telur di kulkas agar awet berikut ini:

Pertahankan Karton Aslinya: Wadah karton telur dirancang khusus untuk meminimalkan guncangan dan mencegah pori-pori telur menyerap bau tajam dari makanan lain di dalam kulkas (seperti bawang atau ikan).

Posisikan di Rak Terdalam, Bukan di Pintu Kulkas: Ini adalah kesalahan tata letak yang paling sering terjadi. Hindari menaruh telur di rak pintu kulkas karena area tersebut mengalami fluktuasi suhu ekstrem setiap kali pintu dibuka-tutup.

Perubahan suhu yang berulang ini memicu kondensasi (pengembunan) pada cangkang, yang efeknya sama berbahayanya dengan mencuci telur. Tempatkan telur di area terdalam kulkas di mana suhu terus stabil (berkisar pada 4°C).

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya