Berita

Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Dirdik Pidsus Kejagung Rahasiakan Nama Pejabat Terlibat Kasus Samin Tan, Ada Apa?

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 18:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang masih menyimpan rapat identitas penyelenggara negara dalam kasus dugaan korupsi tambang pengusaha Samin Tan menyisakan tanda tanya besar.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengatakan, transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, terlebih perkara tersebut menyangkut dugaan korupsi sektor sumber daya alam yang berpotensi merugikan negara.

Hari lantas menyoroti sikap Dirdik Pidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi yang masih merahasiakan identitas penyelenggara negara yang diduga terlibat.


“Pernyataan Dirdik Pidsus Kejagung menjadi tanda tanya bagi masyarakat. Kenapa persoalan hukum dibuat seperti teka-teki, seolah ‘tebak-tebak buah manggis’,” kata Hari kepada RMOL, Minggu, 5 April 2026.

Menurutnya, publik bisa beranggapan ada ruang negosiasi hukum jika identitas pihak terlibat terus disembunyikan. Padahal, peran Samin Tan dalam kasus korupsi tambang di PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) Kalimantan Tengah telah dipaparkan secara terbuka dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejagung pada 28 Maret 2026.

“Dalam penjelasan itu disebutkan adanya praktik penambangan ilegal yang berlangsung hingga 2025,” ujar Hari.

Karena itu, jika alat bukti sudah cukup sebagaimana disampaikan penyidik, tidak ada alasan bagi Kejagung menunda pengumuman pihak lain yang diduga terlibat, termasuk dari kalangan penyelenggara negara.

“Kalau alat bukti sudah mencukupi, Dirdik Pidsus harus segera membuka nama pejabat yang diduga bekerja sama dengan Samin Tan. Jangan sampai muncul kesan ada yang ditutupi,” pungkasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya