Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Kecam Tindakan Keji terhadap Pasukan Perdamaian RI di Lebanon

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 14:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto mengecam keras tindakan keji yang menyasar pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon. 

Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo usai memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi UNIFIL. 

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam keterangannya, Minggu, 5 April 2026.


Kepala negara juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para prajurit yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi menjaga stabilitas dunia. 

Ia menegaskan negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapapun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” ujar Prabowo.

Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon adalah almarhum Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, almarhum Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan almarhum Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Ketiganya menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang bertugas menjaga stabilitas kawasan konflik.

Pada Sabtu, 4 April 2026, Prabowo turut menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. 

Dengan sikap khidmat, ia memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang pulang dalam balutan bendera Merah Putih.

Dalam sepekan terakhir, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tercatat terjadi hingga tiga kali, mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka. 

Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di PBB juga telah mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh serta evaluasi sistem perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya