Berita

Antrean pengisian BBM Subsidi di salah satu SPBU di kota Banda Aceh. (Foto: RMOLAceh)

Politik

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti perdebatan terkait kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai terus memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Menurutnya, ada pandangan yang menyebut bahwa jika harga BBM tidak dinaikkan, maka beban subsidi akan terus membengkak dan berpotensi memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ada juga yang mengatakan sampai kapan BBM tidak dinaikkan, karena ini akan berpotensi membuat subsidi di sektor BBM akan membengkak dan otomatis membebani APBN,” ujarnya lewat kanal Youtube, Minggu, 5 April 2026.


Namun di sisi lain, Adi menilai publik pada umumnya memahami bahwa kenaikan BBM akan berdampak luas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga merembet ke sektor lain seperti transportasi dan kebutuhan pokok.

Karena itu, di tengah perdebatan yang ada, ia melihat kecenderungan masyarakat lebih mendorong agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

Meski demikian, Adi menyebut bahwa jika kondisi fiskal benar-benar tertekan dan tidak ada solusi lain, maka kenaikan BBM bisa menjadi pilihan sulit yang harus diambil pemerintah.

“Tapi anggap saja sudah kepepet, tidak ada solusi dan anggaran negara cukup terbebani, maka pilihan sulit BBM harus dinaikkan,” katanya.

Dalam situasi tersebut, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah untuk meredam dampak sosial yang ditimbulkan.

“Tentu harus ada inovasi yang dilakukan pemerintah, misalnya bantalan yang mesti diberikan kepada masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah yang terdampak dari kenaikan BBM,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika kebijakan kenaikan BBM disertai dengan bantuan sosial dan dukungan kebutuhan dasar, maka potensi gejolak di masyarakat dapat diminimalisir.

“Sekalipun pilihannya pahit, tapi jika masyarakat diberikan bantuan sosial dan kebutuhan lain, saya kira protes dan gejolak secara signifikan akan bisa dihindari,” pungkasnya.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya