Berita

Ilustrasi

Politik

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perang Iran melawan Amerika Serikat berdampak pada kenaikan biaya logistik dan produksi pangan dunia. Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor sejumlah komoditas strategis, menghadapi risiko ganda yaitu kenaikan harga global dan pelemahan nilai tukar. 

Anggota DPR RI, Slamet, menilai kondisi ini harus direspons dengan langkah strategis dan terukur. Pemerintah perlu mempercepat substitusi impor melalui pengembangan komoditas lokal, memperkuat cadangan pangan nasional, serta melakukan reformasi sistem logistik untuk menekan biaya distribusi. 

“Krisis ini harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian pangan nasional yang lebih kuat, resilien, dan berpihak kepada petani serta masyarakat,” tegasnya, Minggu, 5 April 2026.


Selain itu, perlindungan terhadap petani dan pelaku UMKM pangan harus diperkuat melalui jaminan pupuk subsidi dan dukungan pembiayaan. Diversifikasi negara sumber impor serta penguatan ekosistem pangan berbasis koperasi juga menjadi langkah penting.

Data menunjukkan bahwa Timur Tengah menyuplai sekitar 30 persen minyak dunia dan 20 persen jalur perdagangan global melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan kawasan tersebut langsung berdampak pada harga energi dan biaya pengapalan global.

Indonesia diketahui mengimpor gandum sekitar 11 juta ton per tahun dengan risiko kenaikan harga global akibat lonjakan biaya energi dan logistik. Komoditas kedelai yang mencapai ±2,6 juta ton per tahun (70–80% impor) juga mengalami kenaikan harga, tercatat mencapai sekitar USD 409,48 per ton pada Februari 2026, dipicu oleh kenaikan biaya pupuk dan transportasi. 

Sementara itu, impor gula industri yang ditargetkan mencapai 3,12 juta ton pada 2026 mengalami tren kenaikan harga global akibat meningkatnya biaya produksi berbasis energi. 

Adapun garam industri dengan kebutuhan impor sekitar 577 ribu ton per tahun juga terdampak kenaikan ongkos logistik dan energi yang mendorong harga global naik dan membebani industri turunan dalam negeri.

Selain komoditas pangan, sektor input produksi juga terdampak signifikan. Indonesia mengimpor LPG sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,3 juta ton, sehingga sangat bergantung pada pasar global. Gas yang menyumbang sekitar 70–80% biaya produksi pupuk nitrogen mengalami kenaikan harga seiring lonjakan energi global. 

Kondisi ini menyebabkan harga pupuk meningkat dan berimplikasi pada bertambahnya beban subsidi pemerintah. Risiko fiskal pun meningkat, termasuk potensi pembatasan volume pupuk subsidi yang pada akhirnya dapat menekan produktivitas petani dan memperburuk ketahanan pangan nasional.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya