Berita

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu. (Foto: RMOL)

Politik

Indonesia Jangan Malu Belajar dari Iran

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 08:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, mendorong bangsa Indonesia untuk belajar dari Iran yang dinilai mampu bangkit meski menghadapi embargo panjang dari Amerika Serikat.

Lewat akun X miliknya, Minggu, 5 April 2026, Said Didu menyoroti bahwa Iran telah bertahan selama 47 tahun di bawah tekanan embargo, namun tetap mampu berkembang dan menunjukkan kemandirian di berbagai sektor.

"Pertanyaannya, apa modal Iran sehingga bisa bangkit dan mengalahkan AS?" tanya Said Didu.


Menurutnya, ada sejumlah faktor utama yang menjadi modal kebangkitan Iran. Pertama, sejarah panjang sebagai bangsa unggul sejak ribuan tahun lalu. Kedua, keyakinan yang kuat terhadap kekuasaan Tuhan.

Selain itu, nasionalisme dan patriotisme yang tinggi disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara. Iran juga dinilai berhasil dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), yang menjadi kunci kemajuan di tengah keterbatasan.

Lebih lanjut, Said Didu menekankan pentingnya penegakan keadilan serta sistem pemilihan pemimpin yang bebas dari pengaruh oligarki sebagai faktor pendukung lainnya.

Ia pun mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak selalu menjadikan Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama dalam pembangunan.

“Jangan malu belajar dan jangan selalu bangga seakan AS adalah contoh yang baik,” tegasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya