Berita

Penandatangan Mou antara Pertamina NRE dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC). (Foto: Dokumentasi Pertamina NRE)

Bisnis

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Kembangkan Bioetanol

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) dalam rangka memperkuat kolaborasi pengembangan bioetanol di Indonesia melalui pendekatan studi bersama, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas.

USGBC adalah organisasi nirlaba internasional yang mewakili produsen dan pemangku kepentingan industri biji-bijian serta produk bio berbasis pertanian. 

USGBC berfokus pada pengembangan pasar melalui edukasi, advokasi, serta fasilitasi kerja sama dan pertukaran pengetahuan, termasuk penyediaan asistensi teknis, pelatihan, dan promosi praktik terbaik untuk mendukung pemanfaatan produk berbasis bio secara berkelanjutan.
 

 
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kapabilitas melalui knowledge exchange, peningkatan kapasitas, serta adopsi praktik terbaik global guna mendukung pengembangan ekosistem bioetanol nasional, termasuk kontribusinya terhadap potensi implementasi bahan bakar campuran etanol E10 di Indonesia.
 
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas nasional melalui pembelajaran global.
 
“Bioetanol merupakan titik temu antara ketahanan energi dan keberlanjutan bagi Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami ingin belajar lebih dalam dari pengalaman dan praktik terbaik internasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem bioetanol, termasuk diversifikasi bahan baku, kerangka regulasi, serta penerapan bahan bakar campuran etanol domestik,” ujar Oki dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 4 April 2026.
 
Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua pihak akan melakukan penjajakan dan studi bersama terkait penguatan rantai pasok dan infrastruktur bioetanol, termasuk aspek teknis, komersial, serta kesiapan regulasi. Selain itu, kolaborasi juga mencakup pelaksanaan pelatihan teknis, pertukaran ahli, hingga penyelenggaraan forum diskusi dan lokakarya guna berbagi praktik terbaik (best practices) global.
 
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi melalui kolaborasi strategis berbasis pengetahuan.
 
“Pertamina NRE memandang kolaborasi ini sebagai platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui knowledge exchange yang terstruktur. Dengan mengedepankan studi bersama, pelatihan, serta pertukaran keahlian, kami optimistis dapat mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol yang adaptif dan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap John.
 
Kerja sama ini juga turut mendorong pengembangan kapasitas domestik melalui adopsi teknologi, optimalisasi operasional, serta peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan produksi dan diversifikasi bahan baku bioetanol. Di sisi lain, kedua pihak juga akan memfasilitasi dialog dan pertukaran pengetahuan terkait pengembangan pasar, kerangka keberlanjutan, serta strategi komunikasi publik dalam mendukung implementasi bahan bakar berbasis campuran etanol.
 
Chairman USGBC, Mark Wilson, menekankan bahwa kemitraan ini berfokus pada aksi nyata melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kesiapan sistem.
 
“MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi. Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol,” ujar Mark.
 
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen Pertamina NRE dan USGBC untuk memperkuat kolaborasi berbasis pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan adopsi praktik terbaik global. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekosistem bioetanol yang berkelanjutan serta memperkuat upaya transisi energi di Indonesia.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya