Berita

Pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 00:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) untuk memastikan perlindungan maksimal bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, melalui Perwakilan Tetap RI di New York, pemerintah telah meminta digelarnya rapat Dewan Keamanan PBB menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNFIL).

"Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” tegas Sugiono kepada wartawan usai mengikuti upacara pelepasan tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 4 April 2026.
 

 
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengutuk keras berbagai serangan terhadap para pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. 

“Kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini United Nations Interim Force in Lebanon. Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi,” tuturnya. 

Atas dasar itu, Sugiono mendesak DK-PBB untuk menjamin keamanan para penjaga perdamaian yang tergabung dalam UNFIL. Sebab, mandat para prajurit itu adalah menjaga stabilitas, bukan terlibat dalam konflik bersenjata.

“Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian. Oleh karena itu kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya