Berita

Ilustrasi. (AFP)

Dunia

Malaysia Naikkan Suhu AC Kantor Pemerintah untuk Hemat Energi

SABTU, 04 APRIL 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Malaysia memutuskan menaikkan suhu pendingin ruangan (AC) di seluruh kantor pemerintahan sebagai langkah penghematan energi di tengah tekanan biaya.

Kepala Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC), Azam Baki, mengatakan kebijakan tersebut merupakan instruksi kabinet dan berlaku di semua instansi pemerintah.

“Berdasarkan instruksi kabinet, suhu AC akan dinaikkan, dan kami kemungkinan diizinkan mengenakan pakaian yang lebih kasual ke kantor seiring peningkatan suhu tersebut,” kata Azam dikutip dari The Strait Times, Sabtu 4 April 2026.


“Kami mungkin bisa mengenakan kemeja lengan pendek dan sejenisnya,” tambahnya.

Ia menegaskan kebijakan ini bagian dari upaya menekan konsumsi energi dan belanja pemerintah.
Langkah tersebut diambil di tengah gangguan rantai pasok global akibat konflik Israel-Iran yang mendorong kenaikan harga batu bara dan gas alam, dua komoditas impor utama Malaysia untuk pembangkit listrik.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengumumkan kebijakan work from home (WFH) bagi kementerian dan lembaga pemerintah mulai 15 April.

“Kabinet telah menyepakati kebijakan work from home. Tujuannya untuk mengurangi konsumsi BBM dan memastikan pasokan energi yang stabil,” kata Anwar dalam pengarahan khusus.

Malaysia yang selama ini memberi subsidi BBM besar juga mulai melakukan penyesuaian. Kuota BBM subsidi dipangkas dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan, sementara harga BBM nonsubsidi mengikuti harga pasar global.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya