Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

SABTU, 04 APRIL 2026 | 05:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Arah kebijakan politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dibaca secara kasat mata. 

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, pendekatan yang digunakan Prabowo lebih menyerupai Diplomasi Sandhi Yudha -- sebuah strategi yang menekankan operasi senyap, kerja intelijen, serta manuver taktis yang tidak selalu tampak di permukaan.

Dalam analisisnya, Amir menilai bahwa publik kerap keliru memahami langkah-langkah Prabowo yang terlihat aktif melakukan kunjungan luar negeri dan bergabung dalam forum global seperti Board of Peace (BoP).


Di balik itu, menurutnya, tersimpan pendekatan berlapis yang memadukan tradisi strategi klasik dengan pemikiran ideologis modern.

“Sandhi Yudha itu bukan sekadar diplomasi biasa. Ini adalah diplomasi yang bertumpu pada intelijen rahasia, taktik senyap, dan pengawasan ketat terhadap dinamika global maupun domestik,” kata Amir dalam keterangannya, dikutip Sabtu 4 April 2026.

Lebih jauh, Amir mengaitkan pola kepemimpinan Prabowo dengan konsep Gerpolek yang diperkenalkan oleh Tan Malaka. Gerpolek -- akronim dari gerilya, politik, dan ekonomi -- menjadi kerangka operasional dalam membaca langkah-langkah strategis pemerintah saat ini.

Dalam konteks ini, gerilya tidak selalu dimaknai sebagai perang fisik, melainkan manuver non-konvensional: operasi informasi, penguatan jaringan, hingga pengendalian opini publik. 

Politik dijalankan melalui konsolidasi kekuasaan dan diplomasi multilateral, sementara ekonomi menjadi fondasi utama untuk menopang kemandirian nasional.

Menurut Amir, tiga elemen ini terlihat dalam cara Prabowo mengelola hubungan internasional sekaligus menjaga stabilitas dalam negeri. 

“Ada upaya mengunci kekuatan dari dalam, sambil membaca dan memetakan kekuatan luar secara diam-diam,” kata Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya