Berita

Ilustrasi. (ANTARA)

Politik

Indonesia Harusnya Lebih Maju dari Iran

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 11:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto, menyoroti perbedaan kondisi antara Indonesia dan Iran, khususnya dalam hal kemandirian ekonomi dan tata kelola negara.

Menurut Henri, Iran yang telah menghadapi embargo selama 47 tahun justru dinilai mampu menjaga kesejahteraan rakyatnya. Ia menilai hal tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang dinilai cerdas serta minim praktik korupsi, serta budaya masyarakat yang tidak bergantung pada kekuatan Barat.

“Di Iran, negara yang 47 tahun diembargo, kenapa hidupnya malah sejahtera dan murah? Karena selain pemerintahnya cerdas dan tidak korup, kebiasaan hidup mereka tidak tergantung imperialis AS atau Barat yang eksploitatif,” ujarnya lewat akun X, Jumat, 3 April 2026.


Ia menambahkan bahwa kekayaan negara di Iran dinilai benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Bahkan dalam kondisi konflik, sistem layanan publik disebut tetap berjalan dengan baik.

“Bahkan di saat perang seperti sekarang, sistem layanan ke rakyat masih berjalan baik dan tidak terganggu,” jelasnya.

Henri kemudian membandingkan dengan kondisi Indonesia yang dinilai memiliki sumber daya alam lebih besar, namun belum mampu mencapai tingkat kesejahteraan yang optimal.

“Padahal Indonesia negara yang jauh lebih kaya dan subur. Harusnya keadaan di Indonesia jauh lebih baik,” katanya.

Ia juga menyoroti karakter bangsa Iran yang dinilai mandiri dan mampu belajar dari tekanan eksternal, sehingga menjadi inovatif dan tangguh dalam membangun sistem kesejahteraan bersama.

Namun, ia mengkritisi kondisi di Indonesia yang menurutnya masih menghadapi ketimpangan serta persoalan mentalitas yang perlu diperbaiki.

“Itulah karakter bangsa Iran yang berani dan lebih mandiri, sehingga jauh berbeda dengan bangsa kita yang berketimpangan, berkarakter inferior, nerima keadaan, nurut, takut, dan patuh, hingga suka memuja imperialis asing yang menekan dan mengeksploitasinya," ungkapnya.

"Tak heran kita pernah dijajah bangsa lain hingga ratusan tahun dan setelah 80 tahun merdeka, tidak maju maju, karena bermental seperti bangsa jajahan," tutup Henri Subiakto.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya